Junior Tikam Seniornya, Pelaku Akui Dua Hari Sembunyi Diplafon Rumah Korban, Bawa Berbagai Bekal

Sementara itu, tersangka GM ditemui di Polsek Raya mengaku bahwa dirinya nekat melakukan penyerangan itu karena dendam.

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Kota Pontianak yang merupakan tersangka penikaman seniornya saat berada di Polsek Sungai Raya, kabupaten Kubu Raya, Senin 8 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang mahasiswa berinisial GM (19) di salah satu perguruan tinggi di Kota Pontianak nekat menyerang seniornya karena dendam, Minggu 7 Agustus 2022.

Peristiwa itu terjadi di rumah sang senior di jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Akibat penyerangan itu, sang korban yang bernama Ridwan (19) menerima sejumlah luka tusukan pisau dibagian tubuhnya dan masih dirawat intensif di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya IPTU Teuku Rivanda Ikhsan menyampaikan saat ini kondisi korban sudah semakin stabil namun masih membutuhkan perawatan intensif dan belum bisa dimintai keterangan.

Sementara itu, tersangka GM ditemui di Polsek Raya mengaku bahwa dirinya nekat melakukan penyerangan itu karena dendam.

Ia dan korban kenal karena sama - sama pengurus dalam sebuah organisasi di kampus, korban sebagai ketua organisasi dan dirinya ketua bidang.

Junior Tikam Senior Merupakan Mahasiswa di Pontianak, Korban Adalah Ketua UKM

Namun, selama menjadi ketua, pelaku menilai bahwa korban selalu bersikap arogan dan kerab berkata kasar.

"Dendam sama pelampiasan buat saya nekat nyerang dia, dia waktu jadi pemimpin organisasi mahasiswa itu banyak yang buat saya tidak senang, cara dia memimpin, jadi kami sering cekcok, dan banyak yang saya tidak senang dengan sikap dia,"ujarnya, Senin 8 Agustus 2022.

Walaupun tidak pernah sampai melakukan tindakan kasar, ia mengatakan perkataan kasar yang sering diucapkan korban kepadanya membuatnya sakit hati dan dendam.

Sebelumnya, ia telah merencanakan untuk menyerang korban pada hari Kamis pekan lalu agar korban tidak datang ke agenda organisasi.

"Kamis saya sudah kerumah dia (korban) tapi ternyata ada orang tuanya, jadi saya tunda buat nyerang dia, dan hari Jumat saya masuk kerumahnya, sambil nunggu, dan orang tuanya pulang hari Sabtu jadi saya hari Minggu nyerang dia,"ungkapnya.

Selama dua hari di rumah korban ia bersembunyi di atas dek / plapon rumah korban, sembari menunggu situasi rumah korban sepi.

Selama bersembunyi, ia mengatakan telah menyiapkan makanan dan minuman untuknya, namun untuk pisau ia dapatkan dari dapur rumah korban.

"Saya niatnya awal mau nyerang malam, dan menunggu dari pagi, jadi memang nyiapkan makan dan minum, ternyata ada orang tuanya, jadi nunggu, pada hari Sabtu orang tuanya baru pulang, jadi hari Minggu baru saya serang dia"katanya.

Pelaku mengaku Tidak ada niatan untuk membunuh korban, niat awal dirinya hanya melukai korban, dan Saat ini pelaku mengaku menyesal atas perbuatannya terhadap korban. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved