Manfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu Sebagai Langkah Kurangi Perambahan Hutan

memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan membentuk kelompok perajin HHBK

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok. YP.
Produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Pantai Pulau Datok, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. Rabu 3 Agustus 2022. TRIBUN PONTIANAK/Dok. YP. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berbagai cara atau pilihan lain bagi masyarakat di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat yang bisa dilakukan agar tidak merambah hutan.

Satu diantaranya yakni, dengan memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan membentuk kelompok perajin HHBK.

Mengenai hal ini, Koordinator Program Sustainable Livelihood, Abdul Samad menyampaikan melalui promosi produk HHBK yang dikenal dengan mobile market (pasar keliling), menjadikan upaya untuk mengenalkan kepada masyarakat akan sumber daya alam (SDA) di sekitar bisa dimanfaatkan secara arif dan bijaksana untuk penghidupan yang berkelanjutan.

Biasanya, para perajin dampingan program SL Yayasan Palung melakukan mobile market di wilayah Pantai Pulau Datok satu bulan sekali.

“Selain itu, produk HHBK yang dibuat perajin dampingan Yayasan Palung dapat digunakan untuk menyimpan ari-ari bayi sebagai budaya lokal masyarakat,” terangnya, Jumat 5 Agustus 2022.

Adapun kelompok dampingan Program Sustainable Livelihood (SL) Yayasan Palung di Kayong Utara diantaranya Kelompok Peramas Indah di Desa Pangkalan Buton. Kelompok ini membuat kerajinan anyaman dengan bahan baku utama dari daun pandan.

Kemudian, Kelompok ResamKU di Desa Pampang Harapan, membuat Kerajinan Anyaman (HHBK-Resam), Kelompok Tani Meteor Garden di Desa Pampang Harapan, kelompok ini membuat Pertanian Organik Hortikultura. Kelompok Mina Segua di Pampang Harapan, kelompok ini melakukan Budidaya Ikan Nila dan Mas. Kelompok Ida Craft di Desa Sejahtera, kelompok ini membuat kerajinan anyaman (HHBK-Pandan).

Kelompok Karya Sejahtera di Desa Sejahtera, kelompok ini membuat Kerajinan Anyaman (HHBK-Pandan, nipah). Kelompok Mina Sehati di Desa Sejahtera, kelompok melakukan Budidaya Ikan nila, Kelompok Rintis Betunas di Desa Riam Berasap Jaya, kelompok ini membuat Pertanian Organik Hortikultura serta Kelompok Tembang Mina di Desa Matan Jaya, Kelompok ini membuat Kerajinan Anyaman (HHBK-Rotan dan Bambu).

Sebanyak 9 kelompok dampingan ini, selalu dilakukan monitoring, evaluasi dan pelatihan oleh Yayasan Palung bersama lembaga mitra seperti Dinas Pariwisata, Dekranasda, Dinas Perdagangan, Dinas Perikanan, Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan Perikanan (P2MKP), Dinas PERKIMLH, Dinas Pertanian Kabupaten Kayong Utara. 

Sukseskan Pelaksanaan G20 di Indonesia, Sutarmidji Harap Tidak ada Kebakaran Hutan di Kalbar

Tanam Pohon Serentak

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved