Dua Orang Meninggal Karena Tenggelam di Kapuas Hulu, 1 Seorang Anak Perempuan Bernama Bilqis Aprilia

Sedangkan korban seorang anak perempuan bernama Bilqis Aprilia, ditemukan kondisi sudah meninggal dunia,

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Jamadin
Dokumentasi Warga
Seorang anak perempuan yang saat dievakuasi masyarakat setempat, setelah ditemukan kondisi tenggelam saat terjadi banjir di daerah Teluk Barak, Kecamatan Putussibau Selatan, Jumat 5 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Dalam satu hari ini, dua orang warga Kapuas hulu menjadi korban tenggelam di sungai, yaitu warga Desa Bugang, Kecamatan Hulu Gurung, dan seorang anak perempuan warga Putussibau Selatan, Jumat 5 Agustus 2022.

Dua orang tersebut yaitu seorang perempuan berusia 60 tahun (Warga Desa Bugang, Kecamatan Hulu Gurung), dimana ditemukan sudah meninggal dunia, di Sungai Embau, Desa Bontai, Kecamatan Jongkong, sekitar pukul 08.30 WIB.

Kemudian korban kedua adalah, seorang anak masih duduk di kelas I SD, warga Teluk Barak Kecamatan Putussibau Selatan, ditemukan sudah meninggal dunia setelah dinyatakan hilang di kondisi banjir di dekat rumahnya tersebut, pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Jongkong Iptu Jubaedi menyatakan, korban seorang perempuan berusia 60 tahun tersebut bernama Badriah, ditemukan sudah meninggal dunia oleh Tarmizi seorang warga Desa Bontai, Kecamatan Jongkong, saat pergi mandi ke sungai Embau.

"Pada mandi, Tarmizi  melihat batang kayu yang hanyut, dan mengambil batang kayu tersebut dengan menggunakan speed 15 PK,  pada saat bersamaan tidak jauh dari batang kayu yang hanyut, melihat seperti sesosok tubuh manusia dalam posisi telungkup yang hanyut mengapung di sungai mengikuti arus sungai yang deras," ujarnya kepada Tribun Pontianak.

Terus melihat kejadian tersebut Tarmizi meminta pertolongan dangan memanggil Agus dan Topan yang berada dilanting yang tidak jauh dari Tarmizi untuk melihat, dan memastikan apakah yang hanyut itu adalah sesosok manusia atau bukan.

"Setelah dipastikan ternyata adalah sesosok mayat manusia, dan selanjutnya dibantu masyarakat Desa Bontai membawa mayat ke tepi sungai, dan di bawa ke Surau Baidur Rahman Desa Bontai bersama masyarakat," ucap Iptu Jubaedi .

Saat ini sosok mayat tersebut sudah diserahkan ke pihak keluarga, untuk dilakukan pemakaman, dan diketahui bersama bahwa, korban merupakan ODGJ yang hilang dua hari yang lalu, dimungkinkan hanyut pada saat melakukan aktivitas di Sungai.

Intensitas Hujan Tinggi di Kalbar, Sejumlah Wilayah Terendam Banjir

Sedangkan korban seorang anak perempuan bernama Bilqis Aprilia, ditemukan kondisi sudah meninggal dunia, setelah izin mandi depan rumahnya, yang mana pada saat kondisi banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan menyatakan, korban izin mandi dari pukul 09.00 WIB, dan dilaporkan menghilang karena tenggelam pukul 14.00 WIB. "Korban ditemukan kondisi sudah meninggal dunia, pada pukul 16.00 WIB," ujarnya.

Dijelaskan Gunawan, setelah ditemukan korban sempat dibawa ke rumah sakit, untuk memastikan kondisi korban dan ternyata korban sudah meninggal dunia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved