Polisi Tembak Polisi

Kasus Brigadir J, Kapolri: Ada 25 Personel Polri Diduga Menghambat Proses Penyidikan

Baru-baru ini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa ada 25 personel Polri yang diduga menghambat proses penyelidikan dan penyidika

Kolase tribunpontianak.co.id / fiz
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan ada 25 personel Polri mulai dari Tamtama hingga Perwira yang diduga menghambat penyelidikan kasus tewasnya Brigadir J. Kini ke-25 personel itu telah diperiksa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 mencapai babak baru.

Diketahui, proses penyelidikan terhadap kasus Polisi Tembak Polisi yang menewaskan Brigadir J telah dilakukan oleh Polri sejak tanggal 9 Juli 2022 lalu.

Baru-baru ini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa ada 25 personel Polri yang diduga menghambat proses penyelidikan dan penyidikan kasus tewasnya Brigadir J.

Kapolri pun menambahkan bahwa 25 personel Polri itu berasal dari satuan Propam Polri hingga jajaran Polres.

"Dari kesatuan di Propam, Polres, dan juga ada beberapa personel dari Polda dan Bareskrim Polri," kata Listyo kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis 4 Agustus 2022 dikutip dari Tribunnews.

PENGAKUAN Lengkap Irjen Ferdy Sambo: Diperiksa 4 Kali Hingga Sindir Kelakuan Brigadir J ke Istrinya

Kapolri menegaskan akan menindak tegas personal yang diduga melakukan pelanggaran.

Hal itu, kata Kapolri, merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden beberapa waktu lalu bahwa beliau memerintahkan kepada kami untuk membuka secara transparan, jujur sehingga proses penyidikan ini betul-betul bisa dipahami dan masyarakat tentunya menginginkan bahwa proses penyidikan yang dilakukan juga betul-betul transparan," katanya.

25 Personel diperiksa

Lebih lanjut, Kapolri menyebut 25 personel Polri tersebut telah diperiksa.

Kapolri mengatakan 25 personel itu diduga menghambat tim penyidik dalam menangani kasus Brigadir J.

"Di mana 25 personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan penanganan TKP dan juga beberapa hal yang kita anggap membuat proses olah TKP dan juga hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan," kata Listyo.

Ke- 25 personel itu terdiri dari tiga jenderal bintang 1, lima Kombes, tiga AKBP, dua Kompol, tujuh perwira pertama, serta bintara dan tamtama sebanyak lima personel.

Ke-25 personel itu nantinya akan menjalankan pemeriksaan apakah ditemukan pelanggaran kode etik atau tidak.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved