Lewat Program Paspor Masuk Desa, Kantor Imigrasi Singkawang Berikan Layanan Prima ke Masyarakat
Namun, dirinya tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang layanan program Paspor Masuk Desa tersebut ke wilayah lainnya di Kota Singkawang.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Permudah layanan kepada masyarakat Singkawang menjelang Hari Dharma Karya Dhika ke-77, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singkawang menggelar jemput bola layanan paspor.
Layanan jemput bola yang dinamakan "Paspor Masuk Desa" ini dilaksanakan di aula Kantor Camat Singkawang Selatan pada Rabu 3 Agustus 2022.
Kepala Kantor Imigrasi Singkawang, Azriyal Zam menuturkan, lewat program Paspor Masuk Desa ini, pihaknya berusaha memberikan layanan prima sehingga bisa menyentuh seluruh masyarakat.
"Jadi masyarakat tidak perlu datang ke kantor, tapi kami yang mendatangi masyarakat," kata Azriyal Zam, Rabu 3 Agustus 2022.
Untuk saat ini, program Paspor Masuk Desa tersebut, Azriyal katakan baru akan digelar kali ini saja, dengan total kuota 50 pendaftar.
Namun, dirinya tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang layanan program Paspor Masuk Desa tersebut ke wilayah lainnya di Kota Singkawang.
• Pimpin Apel Pagi, Berikut Arahan Kabag Ops Polres Singkawang kepada Personel
Dari pantauan Tribunpontianak, program Paspor Masuk Desa yang digelar di aula Kantor Camat Singkawang Selatan tersebut berjalan dengan lancar.
Sejumlah warga berbondong-bondong berdatangan ke kantor Camat untuk membuat paspor mereka, bahkan seorang anggota Dewan di Kota Singkawang juga mengikuti tahapan proses pembuatan paspor tersebut.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Heri Martono menerangkan, kuota pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Singkawang berjumlah 250 paspor per harinya.
Jumlah ini, Heri katakan dibagi menjadi dua lokasi layanan, yakni 200 kuota paspor di Kantor Imigrasi dan 20 kuota paspor di Mall Pelayanan Publik (MPP) di Singkawang Grand Mall.
"Jadi di kantor Imigrasi Singkawang, kuota paspor yang bisa kami layani adalah 270 paspor per hari," terang Heri.
Sementara itu, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Sarwono menerangkan, jumlah permohonan pembuatan paspor di tahun 2022 ini, mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Di mana penurunan jumlah permohonan paspor pada tahun 2020 dan 2021 lalu diakibatkan pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan negara-negara lainnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Petugas-Kantor-Imigrasi-Singkawang-melayani-pemo23423.jpg)