Ratusan Sopir Gelar Aksi Damai di Terminal Antar Lintas Batas Negara Sungai Ambawang Kubu Raya

"Kita sebenarnya tidak menuntut banyak, hanya menginginkan kebutuhan bahan bakar jenis solar terpenuhi itu saja cukup, " Ujarnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Perwakilan supir dari setiap daerah terdiri dari supir angkutan umum, jenis bus, truk, dan kendaraan tangki, yang melakukan aksi damai kebijakan bahan bakar minyak terminal antar litas batas negara Sei Ambawang, Selasa 2 Agustus 2022, Kubu Raya Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Ratusan supir kendaraan umum datangi terminal antar lintas batas negara mengelar aksi damai kebijakan bahan bakar minyak, 2 Agustus 2022.

Dengan adanya aksi damai kebijakan bahan bakar minyak ini, seluruh angkutan umum Pontianak lakukan mogok kerja.

"Hari ini kita lakukan aksi damai kebijakan bahan bakar minyak, guna untuk kebutuhan angkutan, " Ujar Maryono salah satu supir bus angkutan umum.

Ia berharap dengan adanya aksi ini, dapat memberikan kesejahteraan para supir yang membutuhkan bahan bakar minyak.

Menteri Sandiaga Uno Kunjungi Kubu Raya, Berikut Rangkaian Agendanya

"Kita hanya berharap untuk kebutuhan bahan bakar minyak, terutama solar itu tidak di persulit untuk mendapatkannya, " Ujarnya.

Pihak supir mengaku kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar selama ini.

"Selama ini kita kalaupun antri kadang sudah antri panjang juga tidak dapat, kalau pun dapat kita hanya di jatah, dan itu tidak memenuhi kebutuhan kendaraan kita, " Ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan Rudy supir bus dengan tujuan Pontianak - Kartiasa.

"Kita sebenarnya tidak menuntut banyak, hanya menginginkan kebutuhan bahan bakar jenis solar terpenuhi itu saja cukup, " Ujarnya.

Ia juga mengaku kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar solar, dan menyampaikan harapan untuk pemerintah lebih memperhatikan kondisi supir saat ini.

"Kerena susah dapat solar, kita kadang terpaksa harus beli di eceran atau kios, dan itu dengan harga yang 2 kali lipat harga SPBU, " Tambahnya.

"Harapannya, tolonglah untuk pemerintah memperhatikan lagi kami para supir, yang mana mencari penghasilan itu hasil dari angkutan umum, untuk mendapatkan solar saja kami kesulitan, bagaimana kami bisa kerja?, " tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved