Dinkes Sambas Tunggu Surat Resmi Lintas Kementerian Terkait Larangan Siswa Batuk Pilek Ke Sekolah

Namun karena sudah mencuat di koran kita akan tingkatkan kewaspadaan dan koordinasi dengan Disdik sebagaimana koordinasi yang sudah dijalin selama ini

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
Kadiskes Sambas Uray Hendy Wijaya.Tribun/imam 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Hendy Wijaya mengimbau masyarakat untuk tidak panik terhadap lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Ia meminta khususnya masyarakat Kabupaten Sambas untuk menjaga antibody, Sabtu 30 Juli 2022.

"Tetap waspada tapi jangan sampai panik dan stress yang justru akan dapat menurunkan tingkat antibodi atau kekebalan masyarakat karena psikis," ucapnya kepada Tribun Pontianak.

Terkait lonjakan itu, kata dia, pihaknya sudah menerapkan protap covid-19 untuk kewaspadaan. Termasuk kepada siswa sekolah di satuan pendidikan, imbuh dia, bahwa jika ada murid yang batuk dan pilek tidak diperkenankan sekolah tatap muka

"Sudah ada protap dalam satgas covid-19, untuk kewaspadaan nanti kita buat himbauan. Untuk anak yang mengalami demam, batuk dan pilek memang protokolnya dari dulu anak disuruh istirahat di rumah," katanya.

Tekan Penularan Covid-19, Kadinkes Kalbar Imbau Selalu Taat Prokes

Bahkan jika siswa ada yang demam, batuk dan pilek agar segera dibawa ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan. Lebih lanjut terkait pelarangan siswa sekolah tidak boleh ke sekolah apabila batuk dan pilek, pihaknya masih menunggu surat resmi lintas Kementerian.

"Surat resmi dari lintas Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan belum ada, dan Satgas Nasional Covid-19 belum ada. Kita tidak bisa berbuat berdasarkan pernyataan," tuturnya.

Dia mengungkapkan update cakupan vaksinasi di Kabupaten Sambas dosis satu dan kedua melebihi target nasional. Sementara imunisasi BIAN, Kabupaten Sambas berhasil di angka tertinggi se-Kalbar.

"Namun cakupan vaksin Sambas untuk 1 dan 2 sudah di atas target nasional, untuk imunisasi BIAN tertinggi di Kalbar. Alhamdullilah sampai saat ini kasus di Sambas masih nol," jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan covid-19. Pihaknya pun, kata dia, selalu menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan Sambas.

"Namun karena sudah mencuat di koran kita akan tingkatkan kewaspadaan dan koordinasi dengan Disdik sebagaimana koordinasi yang sudah dijalin selama ini," harapnya. (*)

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved