Pembangunan Strategis di Kayong Utara yang Berwawasan Kelestarian Lingkungan

Untuk lebih membuat perencanaan terkait pembangunan yang bersinggungan dengan kawasan suaka alam dan kawasan kelestarian alam

TRIBUNPONTIANAK/Jovi Lasta
kegiatan Sosialisasi Tahapan dan Persyaratan Pembangunan Strategis oleh pemerintah daerah, di dalam Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam di lingkungan pemerintah Kabupaten Kayong Utara oleh Bagian Adpem Setda Kayong Utara di Aula Istana Rakyat, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. Rabu 27 Juli 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Bagian Adpem Setda Kabupaten Kayong Utara memaparkan tujuan kegiatan Sosialisasi Tahapan dan Persyaratan Pembangunan Strategis oleh pemerintah daerah, di dalam Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam di lingkungan pemerintah Kabupaten Kayong Utara di Aula Istana Rakyat, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Kabag Adpem Setda Kayong Utara, Suandi menyampaikan maksud pelaksanaan sosialisasi tersebut untuk memberikan pedoman yang lebih jelas tentang proses perizinan.

"Maksud dilaksanakan sosialisasi tersebut, untuk memberikan arah dan pedoman yang jelas kepada daerah, terkait proses perizinan penggunaan kawasan suaka alam dan kawasan kelestarian alam terkait pembangunan diluar kegiatan kehutanan yang mempunyai tugas strategis," terang Suandi.

"Untuk menambah wawasan peserta sosialisasi, untuk lebih membuat perencanaan terkait pembangunan yang bersinggungan dengan kawasan suaka alam dan kawasan kelestarian alam," timpalnya.

Lebih lanjut, Suandi menjelaskan tujuan pelaksanaan sosialisasi yang telah dilaksanakan ini kepada para peserta.

"Terciptanya terbit administrasi pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. Terciptanya pemahaman peserta sosialisasi, tentang tahapan dan syarat permohonan perizinan penggunaan kawasan suaka alam dan kawasan kelestarian alam ke Kementerian terkait," katanya.

Transportasi Air Menjadi Andalan di Kayong Utara, Kadishub Sebut Rencana Pembangunan Bandara

Untuk itu, Ia mengatakan bahwa diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan arahan dalam baik pada segi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pembangunan.

"Diharapkan dapat mengaplikasikan arah-arah yang diberikan Narasumber, baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pembangunan diluar kegiatan kehutanan yang mempunyai tujuan strategis," ungkapnya.

Pada sosialisasi tersebut, yang menjadi narasumber yakni dari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Barat, Subyantoro Tri Pradopo.

Modal Dasar Pembangunan Berkelanjutan

Kabupaten Kayong Utara merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat, dengan daerah yang memiliki sumber daya alam hayati dan ekosistem yang potensial dengan dapat dijadikan sebagai salah satu modal dasar pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan pembangunan strategis, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka memahami syarat dan tahapan harus dilaksanakan untuk pemenuhan izin dari Kementerian dalam rangka tertib adminitrasi.

Hal tersebut, diterangkan Bupati Kayong Utara, Citra Duani ketika membuka kegiatan Sosialisasi Tahapan dan Persyaratan Pembangunan Strategis oleh pemerintah daerah, di dalam Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam di lingkungan pemerintah Kabupaten Kayong Utara di Aula Istana Rakyat, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

"Proses pembangunan ini tidak bisa instan, mulai perencanaan sampai pada tahap evaluasi, dilaksanakan sesuai aturan sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat," terang Bupati Citra Duani.

Pengelolaan kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, pada hakikatnya merupakan salah satu aspek pembangunan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan, dampaknya sangat positif terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam merupakan kekayaan alam yang sangat tinggi nilainya, karena itu perlu dijaga keutuhan dan kelestarian fungsinya untuk dapat dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Kayong Utara ini.

Untuk itu, Bupati Citra menuturkan ketika arah pelaksanaan pembangunan tersebut, sosialisasi harus memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Pembangunan yang dilaksanakan yang bersinggungan langsung dengan kawasan suaka alam, dan kawasan pelestarian alam maka jangan sampai mengakibatkan kerusakan sumber daya alam yang dapat menimbulkan bencana sosial dan lingkungan," tukasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved