Khazanah Islam

Jumat Besok 29 Juli 2022 1 Muharram Berapa Tinggal Hari Lagi ?

Sementara itu yang tetap adalah Muhammadiyah kemungkinkan tetap menyambut 1 Muharram 30 Juli 2022, sebab dari awal memang tidak menetapkan perubahan s

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Kolase Tribunpontianak.co.id / sid
Amalan sambut tahun baru Islam. 1 Muharram sudah tinggal beberapa hari lagi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tahun baru Islam 1 Muharram sudah tinggal beberapa hari lagi dan dipastikan mundur satu hari setelah terjadi perubahan dalam penetapan tanggal hijriyah untuk Hari Raya Idul Adha.

Pada penanggalan awal 1 Muharram jatuh pada tanggal 30 Juli 2022 yaitu Hari Sabtu namun berubah setelah Hari Raya Idul Adha ditetap mundur menjadi tanggal 10 Juli lalu.

Alhasil perubahan itu juga berimbas pada 1 Muharram yang juga ikut mundur jadi tanggal 31 Juli Hari Minggu.

Sementara itu yang tetap adalah Muhammadiyah kemungkinkan tetap menyambut 1 Muharram 30 Juli 2022, sebab dari awal memang tidak menetapkan perubahan seperti pemerintah.

Jadi terhitung datangnya 1 Muharram sudah tinggal 2 hari lagi di tanggal 31 Juli 2022.

Menyambut tahun baru islam berbagai acara menjadi tradisi bagi sejumlah masyarakat Indonesia diantaranya dengan menggelar doa bersama, doa akhir tahun dan awal tahun.

Tahun baru Islam atau 1 Muharram ini dijadikan hari libur nasional dalam penanggalan masehi atau nasional.

Rentetan acara akan dimulai sejak malam tahun baru islam yaitu pada Sabtu malam pada malam Minggu.

Doa Awal Tahun dan Akhir Tahun Hijriyah 1 Muharram 2022 Dalam Penanggalan Masehi Hari Libur Nasional

Berikut doa dan amalan awal dan akhir tahun baru Islam

Doa Akhir Tahun Hijriah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

  اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ 

Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm."

Artinya : Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berrarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved