Tim Percepatan Penurunan Stunting Rasau Jaya Kubu Raya Gelar Lokakarya Libatkan TNI-Polri
Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kecamatan Rasau Jaya ini tak hanya di isi oleh petugas medis dan petugas kecamatan.
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tanggap melakukan penanganan Stunting dengan melibatkan stakeholder terkait hingga membentuk tim khusus yakni Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kecamatan.
Seperti yang di lakukan di kecamatan Rasau Jaya yang kegiatan Mini lokakarya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bertempat di Aula Balai KB Jalan Sultan Agung Desa Rasau Jaya Satu Kecamatan Rasau Jaya pada Senin 25 Juli 2022.
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kecamatan Rasau Jaya ini tak hanya di isi oleh petugas medis dan petugas kecamatan, tapi juga melibatkan anggota TNI-POLRI yang ada di kecamatan Rasau Jaya
Dalam kegiatan Mini lokakarya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kecamatan Rasau Jaya Danramil 07/Sungai Kakap jajaran Kodim 1207/Pontianak Kapten Arm Tri Yuliantoro mengatakan penanganan stunting dapat dimulai dari pemetaan sasaran secara partisipatif.
• Kapolres Kubu Raya Pimpin Upacara di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa, Ini Pesan yang Disampaikan
"Terhadap warga yang terindikasi perlu mendapat perhatian dalam penanganan stunting oleh kader pemberdayaan yang ada di wilayah kampung."ujarnya
Tak hanya itu, ia juga mengatakan lewat Rembuk Stunting Kampung, ia berharao seluruh pemangku kepentingan dapat merumuskan langkah bersama yang disepakati, karena dalam penanganan hal ini diperlukan dalam upaya penanganan stunting termasuk bekerja sama dengan dinas layanan terkait.
“Dukungan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi dalam upaya penurunan stunting antara lain melalui pengaktifan kegiatan kegiatan yang bisa dilakukan oleh unsur desa,” lanjutnya
“Beberapa kegiatan tersebut seperti pembangunan atau rehabilitasi Poskesdes, Polindes dan Posyandu, penyediaan makanan sehat untuk peningkatan gizi balita dan anak, perawatan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui,” ujarnya.
Lanjut Danramil stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama “Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (Kerdil) dari standar usianya,” imbuhnya
“Sosialisasi ini bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal, dengan kemampuan sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, sehingga menjadi anak anak yang cerdas karena untuk generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News