Twibbon

Sejarah Hari Bhakti TNI AU, Lengkap Twibbon Peringatan Hari Bhakti TNI AU 2022

Kemudian sejak 29 Juli 1962, untuk mengenang dan mengabadikan peristiwa tersebut, diubah menjadi 'Hari Bhakti TNI AU'

TNI AU
Sosok Lettu Alan, Personel terbaik TNI AU yang gugur dalam latihan terbang jam malam usai jatuh saat menerbangkan pesawat tempur T-50i di Desa Nginggil, Kradenan, Blora, Jawa Tengah Senin 18 Juli 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tanggal 29 Juli diperingati sebagai Hari Bhakti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Peristiwa gugurnya pada tokoh dan perintis TNI AU kemudian diperingati sebagai Hari Berkabung AURI sejak 29 Juli 1955.

Kemudian sejak 29 Juli 1962, untuk mengenang dan mengabadikan peristiwa tersebut, diubah menjadi 'Hari Bhakti TNI AU', di mana seluruh warga TNI AU memperingatinya secara terpusat di Pangkalan Udara Adisutjipto.

Peringatan ini dilatarbelakangi oleh serangan udara di tiga daerah dan wafatnya tiga pelopor TNI AU pada 74 tahun yang lalu.

Cek Jadwal Libur Tahun Baru Islam 2022 atau 1 Muharram 1444, Meriahkan dengan Twibbon Lihat Disini

Mengutip dari situs resmi TNI AU, Hari Bhakti TNI AU didasarkan atas dua peristiwa penting, yaitu:

Pertama, serangan udara TNI AU terhadap daerah pendudukan Belanda di Ambarawa, Salatiga, dan Semarang, yang dilakukan oleh Kadet Penerbang Sutardjo Sigit, Suharmoko Harbani, dan Mulyono, dibantu tiga orang teknisi bertindak sebagai penembak udara yaitu Sutardjo, Kaput, dan Dulrachman. Serangan udara yang dilakukan menjelang subuh itu menggunakan dua buah pesawat Churen dan sebuah Guntei.

Kedua, gugurnya tiga pelopor dan perintis TNI AU, masing-masing Komodor Muda Udara Adisucipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara Adisumarmo. Ketika, pesawat Dakota VT-CLA yang dinaiki serta membawa obat-obatan bantuan dari Palang Merah Malaya, ditembak pesawat Belanda Kitty-hawk dan jatuh di Desa Ngoto, 3 km selatan Yogyakarta.

Tagline, dan Tema Hari Anak Nasional 2022, Berikut Logo & Twibbon Menarik Rayakan Hari Anak 23 Juli

Peristiwa heroik tersebut bermula ketika Belanda mengingkari perjanjian Linggarjati. Belanda memutus hubungan diplomatik secara sepihak dan melakukan serangan militer ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk ke beberapa pangkalan udara di Pulau Jawa dan di Bukittinggi, Sumatera Barat. Serangan ini berlangsung pada 21 Juli 1947 dan dikenal sebagai Agresi Belanda I.

Serangan Belanda menjadi tamparan menyakitkan bagi TNI AU yang kala itu baru saja tumbuh. Pada 28 Juli 1947, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Komodor Suryadi Suryadarma dan Komodor Muda Halim Perdanakusuma memanggil empat kadet penerbang guna merencanakan operasi rahasia untuk menyerang kedudukan Belanda.

Pada sore hari 29 Juli 1947, Belanda meluncurkan serangan balasan. Pesawat Dakota VT-CLA yang membawa sumbangan obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia ditembaki saat hendak mendarat di Pangkalan Udara Maguwo. Akibatnya, pesawat oleng dan jatuh di Desa Ngoto, 3 kilometer sebelah selatan Yogyakarta. Musibah ini menewaskan tiga tokoh perintis TNI AU, yakni Komodor Muda Adisucipto, Komodor Muda Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Adisumarmo.

Link Twibbon Hari Bhakti Adhyaksa ke 62, Download Template Gratis dan Caption Foto HBA

Maka untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur di medan juang, terbentuklah hingga sekarang peringatan Hari Bhakti TNI AU setiap 29 Juli.

Kamu juga bisa membagikan twibbon Hari Bhakti TNI AU guna membagi sejarah penting di Indonesia:

1. Link Twibbon Hari Bhakti TNI AU

2. Link Twibbon Hari Bhakti TNI AU

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved