Tersangka Pembunuhan Bos Toko Aneka Ban Sintang Peragakan 37 Adegan, Terancam Pidana Mati
Sejak saat itu, RN memendam sakit hati terhadap bosnya. Dua jam setelah dimarahi Susanto, muncul niat jahat RN untuk menghabisi nyawa bosnya.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Satreskrim Polres Sintang, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Bos Toko Aneka Ban, di Jalan MT Haryono, Sintang, Kalimantan Barat, Rabu 20 Juli 2022. Total ada 37 reka adegan yang diperagakan oleh tersangka RN (27) saat menghabisi nyawa Tjin Tek Fo alias Susanto.
Karyawan Toko Aneka Ban ini tidak hanya tega menghabisi nyawa bosnya, jasad Susanto bahkan dimasukan ke dalam karung lalu dibuang di bawah jembatan penyangka di Kecamatan Tempunak.
Tidak semua adegan diperagakan di lokasi tempat kejadian perkara, ada beberapa adegan yang dilakukan di jembatan penyangka, yaitu saat tersangka membuang jasad Susanto. Sisanya, semua reka adegan dilakukan di toko aneka ban.
Terungkap fakta-fakta baru dalam kasus pembunuhan bos aneka ban. Sebelum Susanto dibunuh, RN sempat dinasihati oleh bosnya supaya tidak memasukan uang dari konsumen ke dalam kocek pribadi, tapi langsung dimasukan ke dalam laci.
• Polres Sintang Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bos Toko Aneka Ban
“Senin 13 juni 2022, jam 10 pagi, tersangka mengisi angin ban milik pelanggan, pelanggan tersebut memberikan uang 20 ribu kepada tersangka, uang tersebut dimasukan ke dalam saku celana dan terus mengisi angin ban mobil. Korban datang, susanto tanya mana uang isi ban, dijawab tersangka ada di saku celana. Korban lalu bilang kalau abis terima uang, langsung disimpan di meja, jangan dikocek,” kata Kanit Pidana Umum pada Satreskrim Polres Sintang, Ipda sutardi saat memimpin rekonstruksi.
Setelah ditegur, RN memberikan uang 20 ribu kepada bosnya. Tak cukup sekali, Susanto kembali mendatangi karyawannya untuk menegur supaya menyimpan uang dari pelanggan ke laci dengan nada kasar dan merendahkan martabat RN.
Sejak saat itu, RN memendam sakit hati terhadap bosnya. Dua jam setelah dimarahi Susanto, muncul niat jahat RN untuk menghabisi nyawa bosnya.
“Pukul 12.50 tersangka baring di kusri dengan menahan rasa sakit hati dan berniat membunuh bosnya. Sekitar jam 13.24 wib, tersangka bangun dan melihat korban ke belakang, tersangka pun menyusul dengan maksud untuk membunuh korban di dapur, tapi tersangka masih takut,” kata Sutardi.
RN lalu kembali ke tempat duduk. Saat itulah, RN melihat potongan besi sepanjang 43 centimeter dan disimpan di kursi.
“Sekitar jam 16.30 wib setelah selesai menutup pintu ruko, tersangka langusng mendatangi korban dan hendak meminjam uang 150 ribu pada bosnya. Korban kembali memarahi RN dengan berkata, ‘Aduh kamu ndak ngerti-ngeri, di sini ndak ada pinjaman, kemarin baru 2 hari kerja mau pinjam, kau tahu asuhan orangtua pernah ngajari aturan pernah nyekolahkan ndak, kalau disekolahkan pasti tahu aturan, dan mulai besok kau ndak usah masuk lagi’. Sehingga tersangka semakin yakin membunuh korban,” ujar Sutardi.
Sakit hati membuat RN kalap. Potongan besi yang sudah disiapkan sebelumnya diambil disembuyikan di bekalang badan sambil berjalan menuju meja kasir. Susanto yang sedang duduk itu langsung dipukul dengan besi dengan kedua tangan sebanyak satu kali pada kepala bagian depan.
Lebih dari sekali RN memukul bosnya hingga nyawanya melayang. Setelah itu, jasad Susanto dimasukan dalam plastik, dibungkus karung dan dilapisi kardus. Jasad Susanto lalu dibawa tersangka menggunakan sepeda motor diikat di belakang untuk dibuang di bawah jembatan penyangka.
Tersangka RN sempat mencabut CCTV dan membersihkan bercak darah di lantai dan kursi kasir sebelum membuang jasad Susanto.
Sempat dilaporkan hilang oleh keluarga sehari pasca kejadian, jasad pria berusia 60 tahun baru ditemukan pada Jumat, 24 Juni--atau 11 hari pasca dibunuh-- di bawah jembatan rokan penyangka 2, Desa Desa Suka Jaya, Kecamatan Tempunak. Jasad bos aneka ban ditemukan dalam karung goni.
Meski RN mencabut kabel dan memori CCTV, jejaknya tetap terungkap setelah rekaman dalam digital video recorder dibuka. Berkat bukti-bukti tersebut, pelaku berhasil ditangkap dan jasad bos aneka ban ditemukan.