HUT Adhyaksa ke 62, Kejari Sambas Bakti Sosial di Balai Rehabilitasi Narkoba

Dia memaparkan, latar belakang sistem peradilan pidana saat ini cenderung punitif sehingga diperlukan kebijakan kriminal yang bersifat strategis.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Dia memaparkan, latar belakang sistem peradilan pidana saat ini cenderung punitif sehingga diperlukan kebijakan kriminal yang bersifat strategis. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Sambas melaksanakan rangkaian HUT Adhyaksa ke -62 Tahun dengan donor darah dan bakti sosial.

Donor darah dilaksanakan di Aula Kantor Kejari Sambas, Senin 18 Juli 2022.

Selain itu, sebelumnya dalam rangkaian yang sama, Kejari Sambas juga melakukan kegiatan bakti sosial Anjangsana di Rehabilitasi Narkoba Yayasan Geratak Kabupaten Sambas, di Pemangkat, Sambas, Kalimantan Barat, Kamis 14 Juli 2022 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Sambas Agita Tri Moertjahjanto, S.H,M.H mengatakan, penyelenggaraan kegiatan bakti sosial merupakan wujud dari komitmen kejaksaan untuk membangun semangat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian.

"Bakti sosial yang kita selenggarakan dari Kejaksaan Negeri Sambas, merupakan wujud dari komitmen kejaksaan dalam membangun semangat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian," katanya.

Kejari Sambas Donor Darah Dalam Rangka HUT Adhyaksa

Agita Tri Moerjtahjanto berujar Bakti sosial di Balai Rehabilitasi Narkoba Yayasan Geratak tidak lepas dari tagline Hari Bhakti Adhyaksa (HBA). Yaitu, kata dia kepastian hukum, humanisme menuju pemulihan ekonomi.

"Yayasan ini dianggap perlu untuk mendapat sentuhan serta kepedulian sehingga menjadikan tempat rehabilitasi lebih humanis dan Representatif," ujarnya.

Dia memaparkan, latar belakang sistem peradilan pidana saat ini cenderung punitif sehingga diperlukan kebijakan kriminal yang bersifat strategis.

"Reorientasi kebijakan pencegahan hukum yang dimaksud dalam pelaksanaannya dalam tugas dan wewenang kejaksaan di bidang penuntutan dilakukan melalui optimalisasi lembaga rehabilitasi," jelasnya.

Dia berharap bakti sosial menjadi penambah semangat untuk berbagai guna memeberikan semangat hidup yang baru dan menyongsong masa depan yang masih panjang serta cerah.

"Harapan bakti sosial kali ini dapat menjadi penambah semangat untuk berbagi guna memberikan semangat hidup yang baru bagi para pecandu, dan guna menyongsong masa depan yang masih panjang dan cerah. Momentum ini dapat memicu tumbuhnya kesadaran bersama untuk membangun karakter yang berguna," katanya. (*)

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved