Jadi Rekomendasi Warga Kurang Mampu, SD dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak Butuh Lab Komputer

"Untuk jam belajar bergantian, SD masuk pagi dan SMP masuk sore. Kita harapkan Pemerintah untuk bisa melihat langsung kondisi di lapangan terhadap kek

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Pihak Sekolah Dasar (SD) dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak menerima kunjungan anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar untuk melihat dan menerima aspirasi langsung dari sekolah tersebut. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 3 Pontianak yang terletak di Jalan Pak Kasih Gang Merak II, Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat membutuhkan uluran tangan sarana maupun prasarana lab komputer untuk menunjang dan lancarnya proses belajar mengajar di bidang pendidikan.

Sebagaimana hal tersebut disampaikan oleh masing-masing Kepala Sekolah SD maupun SMP Muhammadiyah 3 Pontianak.

Kepala Sekolah Dasar (Kepsek) Muhammadiyah 3 Pontianak, Dra. Maswati menyampaikan, bahwa pihaknya merasa prihatin terhadap kondisi yang selama ini dialami di sekolah binaannya itu.

Pasalnya SD Muhammadiyah 3 Pontianak ini menjadi salah satu rekomendasi bagi peserta didik dari kalangan masyarakat yang kurang mampu atau yang berpenghasilan menengah ke bawah, serta peserta didik yang berkebutuhan khusus.

Ia menyebut, dari total 67 peserta didik pada tahun lalu, ada sebanyak 6 peserta didik yang berkebutuhan khusus dan tahun ini dikabarkan ada 6 peserta didik berkebutuhan khusus.

Sedangkan untuk fasilitas infrastruktur pendidikan atau gedung belajar yang ada saat ini masih menggunakan sistem giliran dengan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak.

"Untuk jam belajar bergantian, SD masuk pagi dan SMP masuk sore. Kita harapkan Pemerintah untuk bisa melihat langsung kondisi di lapangan terhadap kekurangan fasilitas sarana dan prasarana, terutama mengenai dengan ujian atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang membuat kami kesulitan untuk cari komputer," ujarnya, Sabtu 16 Juli 2022.

Aplikasi Dapodik 2023 Veri Terbaru PAUD SD SMP SMA PKBM SKB & SLB , Cek Cara Registrasi & Download

Selain itu, ia juga mengatakan, bahwa honor guru atau pengajar juga minim bahkan sering dibayar telat bahkan sering dibayar dua bulan sekali.

Ia mengungkapkan, peserta didik yang sekolah di SD Muhammadiyah 3 Pontianak ini merupakan dari kalangan masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah.

Bahkan kata dia, uang SPP Rp-75 ribu-100 ribu perbulan terkadang masih banyak yang menunggak dengan alasan kurang mampu.

Namun pihaknya berterima kasih kepada PT Pelindo dan LAZISMU yang telah memberikan perhatiannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SMP Muhammadiyah 3 Pontianak, Ya'kamto.

"Dana bos yang kita dapat tidak mencukupi. Sedangkan kebutuhan kita mulai dari sarana dan prasarana seperti komputer belum ada. Padahal Komputer ini menjadi kebutuhan yang sangat urgensi tahun ini, karena ada pelajaran TIK," ungkapnya.

Untuk menutupi kekurangan kebutuhan sekolah, pihaknya terpaksa harus mencari para donatur yang bisa mengulurkan tangan membantunya. Salah satunya mencari dana dari donatur PT Pelindo LAZISMU dan bantuan lainnya yang terkadang ada dan terkadang juga tidak ada.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved