Yayasan Palung Harap Kepedulian Masyarakat Pada Satwa Dilindungi Semakin Meningkat

Dirinya berharap, bagi masyarakat yang bertemu satwa liar apalagi dilindungi sebaiknya melaporkan ke pihak terkait guna mendapatkan tindaklanjut.

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/dok. YP.
LPHD Banjar Lestari, Padu Banjar kembali dilepasliarkan seekor trenggiling ke Hutan Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. Rabu 7 Juli 2022. TRIBUN PONTIANAK/dok. YP. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Seekor trenggiling kembali ditemukan kemudian diselamatkan oleh LPHD Banjar Lestari, Padu Banjar dan kembali dilepasliarkan ke Hutan Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Yayasan Palung berharap kepedulian masyarakat atas satwa dilindungi semakin meningkat.

Mengenai hal ini, Manager Program Perlindungan dan Penyelamatan Satwa Yayasan Palung (YP), Erik Sulidra menyampaikan kepedulian mengenai satwa liar seperti ini memang harus selalu ditingkatkan.

“YP selaku mitra pemerintah akan selalu memberikan dukungan penuh apabila terkait pelestarian SDA,” terangnya.

Dirinya berharap, bagi masyarakat yang bertemu satwa liar apalagi dilindungi sebaiknya melaporkan ke pihak terkait guna mendapatkan tindaklanjut.

Setelah Diselamatkan, Seekor Trenggiling Dilepasliarkan ke Hutan Desa Padu Banjar Kayong Utara

“Semoga kejadian seperti ini menjadi contoh untuk daerah lain apabila masyarakatnya bertemu dengan satwa liar, misalnya orangutan, masyarakat tidak perlu takut, cukup melapor kepada pihak terkait dalam hal ini BKSDA atau ke YP juga bisa,” katanya.

“Nanti akan kita follow up ke BKSDA, dan nantinya akan dianalisa tindakan apa yg harus dilakukan,” tambahnya.

Untuk diketahui, menurut data IUCN (International Union for Conservation of Nature) memasukkan trenggiling dalam daftar sangat terancam punah atau kritis di habitatnya (Critically Endangered-CR) dan pemerintah Indonesia menetapkan hewan ini sebagai hewan yang dilindungi oleh Undang-undang nomor 5 tahun 1990 Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Dalam UU tersebut, secara jelas melarang siapa untuk memelihara dan memperjualbelikan satwa dilindungi. (*)

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved