Terinspirasi 'Blukar' Toko Unik di Pontianak yang Menjual Barang-Barang Menarik
Terinspirasi dari konsep blukar seorang seniman di Kota Pontianak, Arif Setiawan membuka sebuah pagelaran performatif dagang dengan nama Toko Jubel
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terinspirasi dari konsep blukar seorang seniman di Kota Pontianak, Arif Setiawan membuka sebuah pagelaran performatif dagang dengan nama Toko Jubel (Jual Beli) yang sudah dimulai sejak tanggal 2 Juli 2022 dan akan berakhir pada 16 Juli 2022.
Di mana menurut Arif konsep blukar itu tidak terfokus terhadap penjualan produk tertentu saja. Hal tersebutlah yang membuat Arif terinspirasi untuk menggelar sebuah toko yang dapat menjual apapun.
Sesuai dengan tema yang Arif jargonkan di tokonya 'Yang ada di dunia bisa dijual'.
• Perketat Keamanan Kawasan Waterfront, Wako Pontianak Akui Kehadiran FPKMP Kurangi Tindakan Kriminal
“Jadi dari konsepsi blukar akhirnya hal-hal yang saya coba tangkap dari blukar itu saya aplikasikan ke toko ini dalam bentuk formatif dagang,” jelasnya, Kamis 14 Juli 2022.
“Akhirnya saya aplikasikan ke toko dan bentuknya titip jual, untuk kategori barang itu untuk membedakan dengan toko biasa,” timpalnya.
Di toko Jubel ada tiga kategori barang yang dijual, tipe hijau, kuning dan merah.
Pertama barang tipe hijau, yaitu barang yang sehari-hari berbentuk fisik, fungsi serta gagasan dan narasi itu familiar.
“Contoh orang titip jual motor di sini, akhirnya orang tau itu motor,” katanya.
Kedua kategori barang kuning, yaitu barang yang secara bentuk tidak ada. Tetapi secara narasi dan gagasan ada bentuknya.
“Contoh di toko kami itu menerima penjualan mahluk halus mistis sama ideologi,” ungkapnya.
“Ideologi itukan secara bentuk tidak ada, tapi secara narasi dan gagasan itu ada bentuknya,” tambahnya.
Ketiga kategori barang merah, yang menurutnya tergolong unik.
Karena secara bentuk barang hijau tetapi secara narasi/gagasan agak menyimpang dari konteks barangnya
“Namun akhirnya narasi dan gagasan yang dibangun entah itu secara fiksi atau nyata, dia itu bisa membawa dan mewakili. Kaya permasalahan highlight orang banyak golongan,” ucapnya.
“Jadi secara tidak langsung, barang merah ini bisa dibilang kita menitip jual isu,” terangnya