Karang Taruna dan Rumah Rehabilitasi Rahayu Bersama DPRD Pontianak Bahas Permasalahan Narkoba

Ketua Karang Taruna Kota Pontianak, Muhammad Irfan Oktodiar menyampaikan, bahwa pihaknya memiliki beberapa program  satu diantaranya adalah terkait 

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
foto saat rapat Karang Taruna Kota Pontianak bersama Rumah Rehabilitasi Rahayu melakukan pertemuan dengan DPRD Kota Pontianak dan DP3A Kota Pontianak, dalam rangka untuk merumuskan permasalahan terhadap para pecandu Narkoba di Kota Pontianak Kalimantan Barat, pada Senin 11 Juli 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Merasa prihatin terhadap kondisi warga Kota Pontianak yang banyak terpapar narkoba, Dewan, Karang Taruna dan Lembaga Rehabilitasi Rahayu Pontianak cari solusinya.

Untuk itu, Karang Taruna Kota Pontianak bersama Rumah Rehabilitasi Rahayu melakukan pertemuan dengan DPRD Kota Pontianak dan DP3A Kota Pontianak, dalam rangka untuk merumuskan permasalahan terhadap para Pecandu narkoba di Kota Pontianak.

Ketua Karang Taruna Kota Pontianak, Muhammad Irfan Oktodiar menyampaikan, bahwa pihaknya memiliki beberapa program  satu diantaranya adalah terkait  pencegahan, sosialisasi dan sinergi dengan lembaga pemerintah dan lainnya untuk para pemuda -pemudi akan bahayanya narkoba.

Kemudian, pihaknya juga memiliki program  pemberdayaan. Dalam hal ini, pemberdayaan tersebut mewadahi para pemuda-pemudi atau orang-orang pasca rehabilitasi dari narkoba sehingga bisa memiliki kegiatan ataupun aktivitas yang positif dan produktif.

FGD Moderasi Beragama, Kemenag Pontianak Undang Mantan Napiter dan Eks Komandan NII

“Jadi mereka (mantan pecandu) bisa memiliki kegiatan positif. Sehingga tidak akan kembali lagi ke lingkungan lama. Ini baru kita mulai dan kami optimis. Maka kita harapkan bisa mendapat dukungan. Mudah-mudahan dalam 1-2 tahun ini, program ini bisa terealisasi dengan baik,” ucapnya, Rabu 13 Juli 2022.

Irfan pun, juga menyampaikan, bahwa pihaknya berterima kasih kepada DPRD Kota Pontianak yang telah memberikan fasilitas untuk membahas permasalahan tersebut bersama pada Senin 11 Juli 2022 kemarin.

Pihaknya pun menyambut positif apa yang  disampaikan oleh  salah satu Anggota DPRD Kota Pontianak terkait dengan program padat karya yang bisa menampung tenaga kerja terkhusus bagi para penghuni panti rehabilitasi.

Sementara itu, pihak Panti Rehabilitasi Rumah Rahayu Rusnandar juga mengungkapkan hal senada. Pihaknya mengapresiasi kepada DPRD Kota Pontianak yang sudah mensupport kegiatan yang sifatnya kemanusiaan yang telah direncanakan oleh pihaknya.

Ia mengungkapkan, bahwa kehadiran  Rehabilitasi Rumah Rahayu ini lantaran merasa prihatin terhadap kondisi banyaknya keterpaparan narkoba.

"Lahirnya rehabilitasi Rumah Rahayu itu untuk mengcover kawan-kawan agar dapat mengakses layanan rehabilitasi di Kota Pontianak. Itu tujuan kita," ungkapnya.

Ia menilai keberadaan Wisma Sirih sahaja sebagai wadah penampungan masih kurang memadai. Terlebih dengan adanya perubahan kebijakan dari gubernur, yang membuat pelayanan Wisma Sirih harus dipindahkan ke Kota Singkawang. 

Untuk diketahui, bahwa Wisma Sirih daya tampungnya hanya 20 saja, untuk itu, pihaknya membuat Rumah Rahayu sebagai wadah rehabilitasi bagi mereka.

“Karena dilihat dari jumlah angka pengguna narkoba sekitar 16 ribuan yang terpapar Narkoba. Jadi covering untuk layanan saat ini memang masih berjalan hanya di tempat kita,” jelasnya.

Ia berharap dengan sinergitas dari Rumah Rahayu dan Karang Taruna untuk pemberdayaan pasca rehabilitasi bisa mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved