Wapres Serahkan Manfaat Program Kepesertaan dan Beasiswa Senilai Rp 443 Miliar

per Mei 2022 sebanyak 392 ribu tenaga kerja atau sekitar 24% dari tenaga kerja yang ada. Ada sekitar 1,2 juta lagi tenaga kerja yang belum terlindungi

Editor: Nina Soraya
Dok/BPJS Ketenagakerjaan
Wakil Presiden Maruf Amin menyerahkan santunan program BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 443 miliar di Lombok NTB, Jumat 1 Juli 2022. Santunan diberikan kepada 10 ahli waris peserta yang mendapatkan hak jaminan sosial berupa santunan program JKK, JKM, JHT dan Jaminan Pensiun serta manfaat beasiswa pendidikan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan telah memproses 35 ribu klaim milik peserta di NTB selama periode Juni 2021 hingga saat ini.

Simbolis penyerahan santunan senilai Rp 443 miliar dilakukan oleh Wakil Presiden Maruf Amin untuk peserta yang diterima langsung oleh kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah.

Penyerahan simbolis tersebut didampingi Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin pada kunjungan kerja Wapres di Lombok NTB, Jumat 1 Juli 2022.

Simbolis santunan yang diserahkan Maruf Amin itu sejatinya berasal dari 35 ribu lebih klaim manfaat program BPJAMSOSTEK di NTB selama periode Juni 2021 hingga saat ini.

Wapres menyampaikan berbagai bantuan yang diserahkan merupakan komitmen dan kewajiban pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang memang tidak mampu, selain itu juga untuk mendukung pemberdayaan agar nantinya masyarakat bisa mandiri.

“Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh pemerintah ini memberikan manfaat kepada keluarga dan anak-anaknya.

Termasuk untuk beasiswa yang dari SD sampai dengan kuliah perguruan tinggi.

Semoga pemerintah bisa terus memberikan santunan perlindungan sosial kepada masyarakat yang miskin di mana pun berada termasuk di Nusa Tenggara Barat ini melalui Kementerian Sosial dan BPJS Ketenagakerjaan," ungkap Maruf Amin.

Sekda Mempawah Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak

Anggoro Eko Cahyo mengatakan kegiatan ini merupakan bukti hadirnya negara memberikan kepastian akan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia.

“Kami menyerahkan santunan kepada 10 ahli waris peserta BPJAMSOSTEK yang mendapatkan hak Jaminan Sosial berupa santunan program JKK, JKM, JHT dan JP serta manfaat beasiswa pendidikan untuk 5 orang anak,” jelasnya.

Anggoro melanjutkan, pada periode selama setahun ke belakang, tercatat manfaat beasiswa pendidikan maksimal yang pihaknya berikan senilai Rp21 miliar kepada 343 anak yang berhak di NTB.

“Seperti apa yang kita lihat saat ini, kepedulian Bapak Wapres dan juga apa yang sudah diinstruksikan Presiden Joko Widodo, tentu keterlibatan seluruh pihak akan sangat membantu percepatan tercapainya universal coverage, yang artinya seluruh pekerja di Indonesia terlindungi dari risiko-risiko sosial ekonomi yang mungkin terjadi,” tambah Angoro.

Menurut data BPJAMSOSTEK, jumlah tenaga kerja yang sudah terlindungi BPJAMSOSTEK di Provinsi NTB per Mei 2022 sebanyak 392 ribu tenaga kerja atau sekitar 24 % dari tenaga kerja yang ada.

Di mana masih ada sekitar 1,2 juta lagi tenaga kerja yang belum terlindungi.

Link Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan Cair ! Kemungkinan Cair Juni 2022 Cek Juga Rekening

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved