Beli Minyak Goreng Murah di 1.734 Pengecer, Warga Harus Bawa KTP atau PeduliLindungi

Kita setuju dengan langkah itu, namun harus dipastikan bahwa minyak goreng curah tersebut selalu tersedia. Kuncinya hanya itu, barang selalu ready

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ FILE
Konsumen yang akan membeli minyak goreng Rp. 14.000 di ritel modern di Kabupaten Sekadau, Kalbar beberapa waktu lalu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Perdagangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara bersinergi dengan pelaku usaha minyak goreng meluncurkan Program Migor Rakyat, Selasa 17 Juni 2022 lalu.

Masyarakat bisa memperoleh minyak goreng curah dari program ini dengan harga Rp14.000/liter, namun syaratnya menggunakan KTP atau PeduliLindungi.

Dengan maksud mendistribusikan minyak goreng curah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), pemerintah melalui Kementerian Perdagangan membuat aplikasi Simirah (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah).

Di Kalbar saat ini untuk pengecer yang sudah terdaftar dalam Simirah 2 terdapat 1.734. Kemudian, untuk Pelaku usaha yang sudah masuk dalam Simirah 2 di Kalbar yaitu 2 produsen, D1 sejumlah 11 distributor, D2 sejumlah 33, sedangkan untuk PUJLE (pelaku usaha jasa resmi dan eceran) belum ada yang terdaftar.

"Untuk kebijakan beli migor curah Rp 14.000 per liter sudah mulai diterapkan oleh para distributor minyak goreng curah, walaupun banyak protes dari masyarakat. Sampai saat ini pelaku usaha yang sudah masuk dalam Simirah 2 di Kalbar yaitu 2 produsen, D1 sejumlah 11 distributor, D2 sejumlah 33, sedangkan untuk PUJLE belum ada yang terdaftar," ungkap M Yusuf, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat, Senin 27 Juni 2022.

Promo Indomaret Terbaru 29 Juni - 5 Juli 2022, Super Hemat Beras Minyak Goreng Deterjen & Susu Murah

Ia mengatakan, saat ini pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan barang jelang Iduladha, khususnya minyak goreng dengan sejumlah langkah.

"Kami sudah melakukan pemantauan harga migor curah dan kemasan secara harian di pasar tradisional, melakukan pemantauan stok migor curah dan kemasan secara mingguan di pasar, dan melakukan pemantauan stok migor curah dan kemasan di tingkat produsen, distributor dan ritel modern," jelasnya.

Seperti diketahui pemerintah mulai mensosialisasikan transisi pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Akan tetapi bagi masyarakat yang tidak memiliki aplikasi tersebut, bisa menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat membeli minyak goreng curah.

Menanggapi itu, anggota DPRD Sanggau, Yuvenalis Krismono, mendukung, hanya saja diharapkan agar ketersediaan minyak goreng curah selalu ada.

"Kita setuju dengan langkah itu, namun harus dipastikan bahwa minyak goreng curah tersebut selalu tersedia. Kuncinya hanya itu, barang selalu ready," katanya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved