Pemerintah Tetapkan Situasi Darurat PMK, Bupati Sintang Keluarkan Surat Edaran

Surat Edaran yang mengandung 11 poin tersebut sebagai panduan dalam rangka optimalisasi pencegahan dan pengendalian PMK di wilayah Kabupaten Sintang

Tribun Pontianak/Agus Pujianto
Petugas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sintang, melakukan pengawasan sekaligus memeriksa kesehatan hewan qurban jelang Idul Adha. Bupati Sintang Jarot Winarno keluarkan surat edaran pencegahan penanggulangan PMK 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Mendekati hari raya Idul Adha, Bupati Sintang Jarot Winarno mengeluarkan Surat Edaran terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan.

Surat Edaran yang mengandung 11 poin tersebut sebagai panduan dalam rangka optimalisasi pencegahan dan pengendalian PMK di wilayah Kabupaten Sintang.

Berdasarkan surat edaran yang dikutip pada Selasa 28 Juni 2022 diharapkan dapat mencegah dan penanganan yang cepat jika terindikasi adanya kasus di Sintang.

Jelang Idul Adha, Warga Sintang Harap Wabah PMK Dapat Teratasi

Berikut Beberapa Poin Penting Surat Edaran Bupati Sintang;

  1. Jika ada kasus atau ciri ciri hewan yang terjangkit virus PMK, segera melaporkan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan setempat atau kepada petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang 1 x 24 jam jika ditemukan gejala penyakit ternak.
  2. Penyakit mulut dan kuku adalah penyakit viral yang bersifat akut, dengan angka kesakitan bisa mencapai 90-100 persen dan angka kematian 10-50 persen . Penyakit ini sangat menular pada hewan berkuku genap/belah seperti sapi, kambing, domba, babi, kerbau yang menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi akibat menurunnya produksi dan menjadi hambatan dalam perdangangan hewan dan produknya dan bersifat non zoonosis tidak menular ke manusia.
  3. Penularan penyakit ini adalah melalui penularan langsung atau kontak langsung dengan ternak yang sakit, dan melalui penularan tidak langsung seperti melalui sisa pakan, orang, formites yang artinya obyek atau material yang dapat membawa agen penyakit, antara lain pakaian, sepatu/sandal periatan kendaraan serta melalui aerosol pernapasan
  4. Tanda klinis penyakit PMK adalah Demam tinggi (39-41"C), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus.
  5. Harap diperhatikan lalu lintas ternak, pemasukkan ternak dan produk ternak ke dalam Kabupaten Sintang, untuk tidak memasukkan ternak dan produk ternak yang berasal dari wilayah tertular ke bebas.
  6. Pemasukan ternak dan produk ternak yang berasal dari kabupaten lain harus mendapatkan rekomendasi dan atau persetujuan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang dan daerah asal yang disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)/ Sertifikat Veteriner yang ditandatangani Dokter Hewan dinas setempat.
  7. Pengeluaran ternak dan produk ternak keluar Kabupaten Sintang harus mendapatkan rekomendasi dan atau persetujuan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang dan daerah asal yang disertai Surat Keterangan Keschatan SKKH)/ Sertifikat Veteriner yang ditandatangani Dokter Hewan berwenang Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang.
  8. Menjaga kebersihan kandang ternak dengan pembersihan, disinfeksi kandang secara berkala, membatasi keluar masuk orang yang tidak berkepentingan pada lingkungan kandang. Pemberian pakan pada ternak sesuai kuantitas dan kualitas. Tidak memberikan pakan sisa-sisa makanan rumah tangga, restoran, hotel, pada ternak karena dapat menjadi media penularan penyakit.
  9. Tidak melakukan pemotongan pada ternak yang sakit untuk mengendalikan penyebaran virus. Ternak yang mati tidak boleh dibuang sembarangan tetapi harus dikubur. Tidak menjual ternak dan daging ternak yang terindikasi sakit. Tidak ada kunjungan peternak ke peternak lainnya.
  10. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang agar segera membentuk Tim Respon Cepat, menyusun program, menyiapkan sarana dan prasarana dan melaksanakan langkah-langkah antisipatif dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit menular pada ternak, menerima dan merekap laporan serta menindaklanjuti kejadian penyakit ternak yang terjadi di wilayah Kabupaten Sintang.
  11. Camat dan Kepala Desa/Lurah agar terus berpartisipasi dalam melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak, melakukan pengawasan ternak dan lalu lintas ternak serta produk hewan, segera melaporkan kejadian penyakit ternak dengan gejala klinis yang mengarah PMK di wilayahnya Kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang.

Harus Sehat dan Cukup Umur, Berikut Tips Memilih Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK

Vaksinasi

Sementara itu Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar meluncurkan Vaksinasi PMK pada Sabtu 25 Juni 2022 lalu

Ini merupakan tindak lanjut Hasil Rapat Koordinasi Pengendalian PMK Nasional.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan situasi darurat untuk kasus PMK.

Sebagaimana pandemi Covid-19, untuk pencegahan penularan PMK diberlakukan karantina wilayah untuk PMK level karantina di tingkat kecamatan.

"Untuk di Kabupaten Kubu Raya, ada tiga kecamatan yang sudah merah, yaitu Kecamatan Kakap, Kecamatan Ambawang dan Sungai Raya," ujarnya.

Pemkab Kubu Raya menyatakan, bahwa sampai saat ini, tindakan yang telah dilakukan kabupaten antara lain melakukan rapat koordinasi PMK dan ketersediaan hewab kurban di Kubu Raya.

Selain itu juga membentuk crisis center unit respon cepat PMK kabupaten yang terus mengupdate perkembangan kasus PMK harian, memberikan pengobatan dan bantuan dan edukasi biosecurity kepada peternak.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved