Siapkan Kemandirian Pangan, Wawan : Setiap Daerah Mesti Memiliki Satu Produk Unggulan

Tidak hanya itu, juga ada beberapa negara yang sudah menerapkan pembatasan ekspor pupuk seperti Rusia, China, Vietnam dan Kirgistan.

Penulis: David Nurfianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/M. Wawan Gunawan
FOTO - M Wawan Gunawan, Dosen IAIN Pontianak 

Oleh: M Wawan Gunawan

Dosen IAIN Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan sebagai imbas dari pembatasan ekspor pangan oleh beberapa negara di dunia mesti di respon dengan bijak oleh setiap pemerintah daerah, Rabu 22 Juni 2022.

Dosen IAIN Pontianak, M Wawan Gunawan menjelaskan hal itu sesuai dengan pemaparan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beberapa waktu lalu yang menekankan pentingnya kemandirian pangan di dalam negeri untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan Nasional.

Saat ini, isu kemandirian pangan bukan hanya isapan jempol belaka. Ancaman krisis pangan bisa saja sewaktu-waktu mengancam Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Barat pada khususnya jika tidak di barengi dengan strategi antisipasi yang baik.

Dimana sekarang ada beberapa negara yang sudah menyatakan diri untuk sementara waktu melakukan pembatasan ekspor pangan. Mereka adalah Ukraina, Turki, Argentina, Mesir, India.

Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah IAIN Pontianak Gelar MD Goes to School

Tidak hanya itu, juga ada beberapa negara yang sudah menerapkan pembatasan ekspor pupuk seperti Rusia, China, Vietnam dan Kirgistan.

Hal ini harus jadi perhatian serius, terutama bagi daerah-daerah yang selama ini dalam menggerakkan perekonomiannya mengandalkan komoditas impor untuk bahan baku produksi.

Sebut saja seperti Gandum, Jagung, Kedelai dan beberapa bahan pangan lainnya. Bahkan tidak jarang, Indonesia masih melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Ancaman krisis pangan ini mesti ditindaklanjuti dengan kerja nyata dan aksi di lapangan. Indonesia sebagai daerah agraris semestinya mampu memproduksi kebutuhan pangan untuk kebutuhan dalam negeri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved