Rumah Sakitku Rumah Keduaku untuk Thalasemia & Sidoremi Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

siapapun bisa bergabung dengan harapan kedepan semakin banyak sahabat thalasemia yang bisa bergabung.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Windy Prihastari
Windy Prihastari 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua POPTI Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar Sutarmidji, RSUD dr Soedarso, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar karena telah bersinergi dan berkolaborasi. 

Sehingga inovasi “Rumah sakitku rumah keduaku” bersama Sidoremi bisa masuk TOP 99 inovasi pelayanan publik pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2022.

Sebelumnya inovasi  “ Rumah sakitku rumah keduaku” sudah terpilih masuk sebagai top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2020, dan kali ini bersama inovasi Sidoremi pada tahun 2022 sebagai fasilitas layanan donor darah bagi para penyandang Thalasemia di Provinsi Kalbar.

Windy mengatakan setelah Rumah sakitku rumah keduaku, kini diupgrade dengan aplikasi Sidoremi di tahun 2022.

Kabupaten Sekadau Sumbang Satu Inovasi Pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Indonesia 2022


Sidoremi ini merupakan sebuah aplikasi yang dipersembahkan Sahabat Thalasemia Provinsi Kalbar untuk para penyandan Thalasemia. 

Windy mengatakan Aplikasi Sidoremi ini sudah bisa digunakan warga yang ingin menjadi pendonor darah tetap, dengan cukup masuk aplikasi tersebut. 

“Untuk penggunaannya misalnya penyandang thalasemia telah memiliki 12 pendonor darah tetap. Jadi bisa konfirmasi atau janjian melalui aplikasi sesuai dengan penjadwalan yang dilakukan,”ujarnya, Kamis 16 Juni 2022.

Tentu aplikasi ini dikatakannya  sangat bermanfaat terutama pada pasien yang berada di luar Kota Pontianak. Jadi ketika datang ke sini (Pontianak) biasanya harus nyari darah lagi dan lainnya. Terlebih sebagian besar orang tua penyandang talasemia tidak mampu. 

Dengan aplikasi ini cukup memasukkan jadwal transfusi maka pendonor darah tetap akan pergi ke PMI untuk mendonorkan darahnya. 

“PMI juga selalu mendukung kita namun kadang menghadapi kendala ketersediaan stok  darah,”ujarnya.

Jadi dengan aplikasi ini Penyandang talasemia hanya tinggal mengisi data pada aplikasi tersebut. Lalu pendonor juga mengisi data pada aplikasi tersebut. 

“Biasa menghubungi pendonor lewat manual, namun dengan aplikasi ini akan ditemukan antara pendonor dan penyandang talasemia sesuai jadwal,”ujarnya.

Sebab dikatakan Windy para penyandang Thalasemia harus mempunyai pendonor darah tetap. Dimana setiap bulannya untuk satu orang harus memiliki 12 pendonor darah tetap. 

“Untuk yang dewasa biasanya membutuhkan dua kantong darah setiap kali tranfusi. Pelayanan juga tidak menginap makanya satu hari satu kantong, besok datang lagi untuk transfusi satu kantongnya,”ujar Windy,  Kamis Juni 2022. 

Windy mengatakan sebenarnya cara seperti itu bagus sehingga anak-anak tidak stres harus menginap dirumah sakit. 

Dengan adanya inovasi dari Rumah sakitku rumah keduaku anak-anak talasemia menjadi memiliki ruangan tersendiri. 

Sehingga mereka merasa nyaman, karena harus seumur hidup melakukan transfusi.

Windy mengatakan apa yang telah dilakukan oleh Sahabat Thalasemia sangat membantu anak-anak penyandang thalasemia terutama untuk memastikan ketersediaan pendonor darah tetap dengan adanya aplikasi tersebut. 

“Mereka (Sahabat Thalasemia) juga mengajak anak-anak untuk belajar bersama dan memiliki kegiatan lain terutama memberikan motivasi bagi sahabat Thalasemia,”ujar Windy. 

Ia menambahkan siapapun bisa bergabung dengan harapan kedepan semakin banyak sahabat thalasemia yang bisa bergabung. 

Sahabat Thalasemia bersama POPTI juga tidak hanya memperhatikan anak thalasemia. Tetapi juga ingin berbagi dengan anak-anak yang membutukan pertolongan lainnya terutama untuk anak yang kebutuhan khusus. 

“Pada ramadan lalu kita juga sudah melakukan silaturahmi dan menyerahkan bantuan bagi panti asuhan tuna netra. Ini sebagai bentuk untuk memberikan motivasi bagi penyandang Thalasemi. Dengan keterbatasan kita juga harus bisa berbagi dengan sesama dan saling tolong menolong,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved