Perjalanan Pertama Setelah Pandemi, Gustina Guru SD Kendawangan Sudah Bayangkan Kelilingi Kabah

Niat tulus Gustina yang merupakan guru SD Negeri Kendawangan segera terwujud. Saat ditemui di Hotel Kapuas Palace pasca melalui serangkaian proses

Penulis: Maskartini | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Maskartini
Gustina saat di Hotel Kapuas Palace, Selasa 14 Juni 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Hati orang beriman pasti menyimpan impian melaksanakan ibadah haji ke tanah suci. Perintah menunaikan ibadah haji hukumnya terdapat dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 97.

Niat tulus Gustina yang merupakan guru SD Negeri Kendawangan segera terwujud. Saat ditemui di Hotel Kapuas Palace pasca melalui serangkaian proses seperti PCR, wajahnya sumeringah. Ada raut bahagia yang disembunyikan wanita berumur 50 tahunan ini dilubuk hatinya.

Bagaimana tidak 8 tahun menunggu antrean haji, keberangkatan haji merupakan perjalanan pertamanya pasca pandemi.

"Saya senang sekali kebetulan inikan perjalanan pertama setelah Covid-19, udah ada bayangan ngelilingi Ka'bah. Jamaahnya hanya 48 persen yang berangkat di seluruh Indonesia diambil dari daerah-daerah, jadi tidak kuota penuh 100 persen," ujar sang suami Uti Ismail.

Baca juga: Ketua DPRD Sambas Imbau Calhaj Ikuti Pendampingan Petugas, Wajib dan Rukun Haji Tiada Terlewat

Gustina melakukan pendaftaran Oktober 2014 lalu, lantaran Covid-19 terjadi penundaan dimana seharusnya ia berangkat haji 2019 lalu.

"Mundur jadi 2022 itupun nda semua yang dapat berangkat karena pakai nomor urut, jadi kuota 2019 ni berangkat 2022 itu masih nyisa 52 persen lagi yang belum berangkat tahun 2023 nantikan," ujarnya. 

Banyak momen hari yang ia rasakan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji. Dimana ia mengaku sejak 3 bulan terakhir belajar Ridha dan ikhlas dan saling memaafkan agar langkah kaki diringankan.

"Pengen beribadah maksimal, kepingin jadi haji yang mabrur, jadi ibu jalanin dengan lillahi ta'ala ini semuanya ini karena Allah SWT jadi badan ini pun udah ringan. Uda ikhlas udah ringan badan itu," ujar ibu 3 anak itu.

Ia yang mendaftar haji dari Kabupaten Ketapang mengaku semua dimudahkan. Selain bisa berangkat haji bersama sang suami, guru SD 1 negeri Kendawangan ini juga dipermudah disemua proses jelang keberangkatan.

"Insyaallah semua dimudahkan, kalau kami perjalanan apapun yang diperintahkan disuruh ke kami kami kerjakan, padahal kami jauh tapi nda pernah satu kali pun kami nda hadir walaupun jauh karena kepengen," ujarnya.

Ia yang akan pensiun 2029 mendatang berharap mudah-mudahan anak-anaknya dipanjang umur dan sehat.

"Yang belum dapat jodoh dapat jodoh, diluaskan rezekinya. Saya sendiri panjang umur, sehat, imannya semakin kuat, dapat beramal dan beribadah khusyuk," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved