Jelang Idul Adha, Pemkot Pontianak Antisipasi Sapi Terpapar PMK

Kata Edi, sampai hari ini, setiap sapi di Kota Pontianak terus dilakukan penyembuhan. Tindakan itu berdasarkan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Kondisi hewan ternak (kambing) di Kota Pontianak Kalimantan Barat masih dalam kondisi sehat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan kondisi sapi di Kota Pontianak, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah dapat diantisipasi, Selasa 14 Juni 2022.

Ia menyebut untuk kebutuhan daging sapi menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah meningkat.

“Sebenarnya sudah diantisipasi, yang penting kiriman sapi dari luar dapat dikontrol. Mudah-Mudahan dalam waktu dekat ketersediaan daging sapi dan kambing terpenuhi,” ungkapnya.

Kata Edi, sampai hari ini, setiap sapi di Kota Pontianak terus dilakukan penyembuhan. Tindakan itu berdasarkan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalbar dan ahli hewan sehingga, pihaknya bisa proteksi dari luar.

Dua Kategori Hewan yang Terjangkit PMK, Ciri Kuku Lepas dan Demam

"Tapi untuk mencegah terjadinya penyebaran PMK kepada hewan lainnya. Maka kita minta dinas terkait untuk bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalbar agar dilakukan karantina terhadap hewan ternak yang masuk," ungkapnya.

Selain itu, upaya yang harus dilakukan ialah perlu pengawasan ekstra, karena Wako Edi menikmati, sudah beberapa kali penyakit ini masuk ke Kalbar.

"Sehingga sudah ada mekanisme penanganan. Walaupun PMK ini tidak menular pada manusia, tapi kita ingin setiap hewan ternak yang ada di Kota Pontianak dalam keadaan sehat. Dan yang penting ternaknya sehat, dicek sumber penyakitnya dari mana,” tukasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved