Kemenag Kubu Raya Laksanakan Penguatan Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam

Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, Drs. H Sahrul Yadi selaku kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dan Umi

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Staff KUA Rasau Jaya
Kementrian Agama (Kemenag) Kubu Raya melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam melaksanakan kegiatan penguatan moderasi beragama bagi penyuluh Agama Islam di gedung Pelayanan Haji dan Umroh. Sabtu 11 Juni 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kementrian Agama (Kemenag) Kubu Raya melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam melaksanakan kegiatan penguatan moderasi beragama bagi penyuluh Agama Islam.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu 11 Juni 2022 di mulai sejak pukul 08:00 hingga pukul 16:00 waktu indonesia barat di gedung Pelayanan Haji dan Umroh.

Kegiatan ini diikuti 83 peserta yang terdiri dari Penyuluh PNS dan Penyuluh Non PNS, diantaranya 11 penyuluh PNS dan 72 Penyuluh Non PNS yang terdapat di kabupaten Kubu Raya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, Drs. H Sahrul Yadi selaku kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dan Umi Marzuqoh selaku Analisis Kebijakan Bidang Penais Zawa di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.

Jadi Narasumber Penguatan Moderasi Beragama di Kemenag Kubu Raya, Ini yang Disampaikan Umi Marzuqoh

Ketua panitia kegiatan, Drs. H. Ahmad Hanafi mengatakan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan pemahaman kepada penyuluh terkait masalah moderasi beragama.

"Guna memberi motivasi dan pemahaman kepada penyuluh mengenai masalah moderasi beragama," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama, H. Ruslan yang membuka acara secara resmi. Ia menuturkan bahwa penyuluh berasal dari Al Qur'an yaitu Sulhu merupakan orang yang memberikan penyuluhan dalam agama Islam.

"Dalam Al Qur'an karna hakikat nya kita yang berada dalam wadah kementerian Agama ini semuanya adalah Penyuluh. Kita harus mempunyai Toleransi untuk membiarkan orang beribadah sesuai dengan keyakinannya sadarlah bahwa ada orang yang disekitar kita berbeda dengan kita," jelasnya.

Kemudian, Kata Dia penyuluh yang berada dalam lingkup Kementerian Agama di NKRI ini harus memiliki komitmen dan integritas.

"Komitmen dan integritas ini yang perlu kita jaga, demi meningkatkan kesatuan dan persatuan," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved