200 Tentara Ukraine Tewas Tiap Hari di Perang Rusia Vs Ukraina , Pertempuran Severodonetsk Brutal !

Tewasnya hingga 200 tentara Ukraina dalam satu hari disebut Mykhaylo Podolyak sudah lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Tayang:
Editor: Ishak
YASUYOSHI CHIBA / AFP
Tentara Ukraina di wilayah kota Sieverodonetsk tampak beristirahat beberapa waktu lalu. perang Rusia Vs Ukraina mengakibatkan tentara Ukraine meregang nyawa mencapai hampir 200 orang setiap harinya! Selengkapnya di artikel ini Sabtu 10 Juni 2022 / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Perang Rusia vs Ukraina 2022 agaknya mungkin menjadi satu di antara perang paling mematikan abad ini .

Bagaimana tidak .

Hanya dari sisi Ukraine saja, korban tewas dari tentara Ukraina bisa mencapai 200 orang saban harinya !

Angka mengejutkan terkait korban tewas perang Rusia Vs Ukraina yang bisa mencapai 200 orang dari sisi petempur Ukraina saja tersebut diungkap oleh Ajudan senior presiden Ukraina, Mykhaylo Podolyak .

Rusia vs Ukraina Terkini | Kremlin Kehilangan Jenderal di Donbass saat Serangan ke Sievierodonetsk

Dirangkum dari laman Kontan.co.id Sabtu 11 Juni 2022, Mykhaylo Podolyak mengatakan bahwa ada 100 hingga 200 tentara Ukraina yang tewas setiap harinya selama perang.

Kepada BBC, Mykhaylo Podolyak menyebut saat ini Ukraina sangat membutuhkan ratusan sistem artileri untuk menyamakan kedudukan dengan Rusia di wilayah Donbas.

Cahaya Hijau di Langit Pontianak Ternyata Serpihan Satelit Kosmos 1408 yang Dihancurkan Rusia

"Tentara Rusia telah melemparkan hampir semua hal non-nuklir kepada kami, dan itu termasuk artileri berat, beberapa sistem peluncuran roket, dan serangan udara," kata Mykhaylo Podolyak.

Mykhaylo Podolyak menilai kurangnya keseimbangan antara tentara Rusia dan Ukraina adalah alasan mengapa tingkat korban jiwa di pihak Ukraina sangat tinggi.

"Tuntutan kami untuk artileri bukan hanya semacam keinginan, tetapi kebutuhan objektif ketika datang ke situasi di medan perang,"

"Ukraina membutuhkan 150 hingga 300 sistem peluncuran roket untuk menandingi Rusia," lanjutnya.

Tewasnya hingga 200 tentara Ukraina dalam satu hari disebut Mykhaylo Podolyak sudah lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Ukraina Memohon Bantuan Rudal , Keluhkan Sikap Barat Ragu-ragu | Update Perang Rusia vs Ukraina

Pada hari Kamis 9 Juni 2022 Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, mengatakan Ukraina kehilangan 100 tentara per hari, dan 500 lainnya terluka.

Meskipun demikian, Oleksii Reznikov mengklaim bahwa sejumlah besar tentara Rusia juga terbunuh.

Saat ini tentara Rusia telah memusatkan serangan mereka di kota Severodonetsk.

Pada hari Rabu 8 Juni 2022, Presiden Ukraina Vlodomyr Zelensky, mengatakan nasib Donbass ditentkan dari pertempuran kota tersebut.

Para pejabat Ukraina melaporkan bahwa kota Severodonetsk telah menjadi puing-puing akibat gempuran artileri dan rentetan rudal Rusia yang intens.

Belum ada tanda-tanda perdamaian di antara kedua negara.

Mykhaylo Podolyak juga mengatakan pembicaraan damai hanya dapat dilanjutkan jika Rusia menyerahkan wilayah yang telah diperolehnya sejak invasi pada 24 Februari.

# Pertempuran Sieverodonetsk Paling Brutal !

Sementara itu, pertempuran di Kota Sievierodonetsk sangat brutal dan akan menentukan nasib wilayah Donbas, Presiden Ukraina mengatakan, ketika pasukan Rusia menghancurkan kota itu dalam serangan yang bertujuan menguasai Ukraina timur.

Setelah gagal menguasai ibu kota Kyiv, Rusia menyatakan, sekarang berusaha untuk sepenuhnya "membebaskan" Donbass .

Tempat separatis yang Moskow dukung memisahkan diri dari kendali Pemerintah Ukraina pada 2014.

Militer Rusia Rekrut Tentara Paruh Baya 40 Tahunan, Moskow Kehabisan Pasukan Tempur di Ukraina ?

Sekitar sepertiga dari Donbass dikuasai separatis sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

"Ini adalah pertempuran yang sangat brutal, sangat sulit, mungkin salah satu yang paling sulit sepanjang perang ini," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam sebuah pernyataan video, Rabu 8 Juni 2022 , seperti dikutip Reuters.

"Sievierodonetsk tetap menjadi episentrum pertempuran di Donbas,"

"Sebagian besar, di situlah nasib Donbas kami diputuskan sekarang," ujarnya.

Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Hidupkan Kembali Perang Dingin , Sekjen PBB : Dunia Kita Sangat Retak!

Pejuang Ukraina mundur ke pinggiran kota pada Rabu, tetapi telah bersumpah untuk berjuang selama mungkin.

"Musuh menembaki unit kami dengan mortir, artileri, dan peluncur roket ganda," kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, Kamis 9 Juni 2022 , seperti dilansir Reuters.

"Rusia menembaki infrastruktur sipil di pemukiman Sievierodonetsk, Lysychansk, Privillya, Ustynivka, Horske, dan Katerynivka," tambah Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

Tuduhan tersebut kemudian lantas dibantah oleh Rusia yang mengklaim tidak pernah secara khusus menargetkan warga sipil. (*)

Materi di artikel ini juga telah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul Ukraina: Pertempuran di Sievierodonetsk Paling Brutal Sepanjang Perang dengan Rusia dan Invasi Masih Berlanjut, Ukraina Kehilangan Hingga 200 Tentara Setiap Hari

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved