Pemkab Kapuas Hulu Cegah Sapi dari Penyakit Mulut dan Kuku

Dihimbau kepada pengusaha jualan ternak, jangan mendatangkan ternak yang positif atau suspek PMK ke daerah Kapuas Hulu.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
SAPI SEHAT - Kondisi sapi yang ada di peternakan wilayah Putussibau, dengan kondisi sehat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas Pertanian dan Pangan, telah melakukan pencegahan atau antisipasi terkait penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di wilayah Kapuas Hulu.

Seorang dokter hewan (drh) Skondi menyatakan, pencegahan yang dilakukan pihaknya lebih diarahkan pada lalu lintas ternak, dan juga lewat bio-scurity berupa penyemprotan desinfektan dan pemberian vitamin.

"Surat edaran Bupati juga sudah kita terus ke camat-camat yang ada di Kapuas Hulu. Kita juga kerjasama dengan Polres Kapuas Hulu untuk pencegahan PMK ini," ujarnya kepada wartawan, Jumat 10 Juni 2022.

Skondi juga menjelaskan hingga saat ini belum ditemukan sapi di Kapuas Hulu yang terkena PMK tersebut, namun Dinas Pertanian dan Pangan terus berupaya melakukan pencegahan atau antisipasi.

Tatap Muka di Desa Sayut, KBO Sat Binmas Polres Kapuas Hulu Sosialisasi Perbup Nomor 51 Tahun 2020

"Kita melakukan pencegahan PMK masuk ke Kapuas Hulu terus dimaksimalkan lintas sektor, termasuk bekerjasama dengan Polres Kapuas Hulu dan lainnya," ucapnya.

Sedangkan ciri-ciri ternak terpapar penyakit mulut dan kuku atau PMK seperti, biasanya ternak tersebut demam dengan suhu panas 39-41° C, ada melepuh di mulut dan lidah, dan di kaki ada luka-luka.

"Kalau ada peternak temukan ternaknya sakit seperti ini segera isolasi, pisahkan ternak yang sakit itu dari ternak yang lain dan laporkan ke petugas Perternakan," ujarnya.

Dihimbau kepada pengusaha jualan ternak, jangan mendatangkan ternak yang positif atau suspek PMK ke daerah Kapuas Hulu.

"Tidak boleh dari daerah yang ditemukan kasus PMK. PMK penularannya cepat, 80-90 persen, Kalbar sudah ada 9 kabupaten ditemukan PMK," ungkapnya.

Seorang peternak sapi di Putussibau, Dadang menyatakan, kalau dirinya sudah mengetahui kondisi saat ini adanya penyakit mulut dan kuku yang menyerang sapi.

"Saya sudah melakukan pencegahan dengan berbagai cara, dan alhamdulilah hingga saat ini masih sehat sapi saya, dan terus dilakukan pencegahan agar sapi selalu sehat, dengan menjaga kesehatan sapi," ujarnya kepada Tribun.

Dadang juga berharap, kepada pemerintah daerah Kapuas Hulu, harus ada obat atau bagaimana cara sapi tidak mudah terserang penyakit mulut dan kuku tersebut.

"Kalau ada yang kenak harus ada obatnya," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved