Penanganan Covid

Kasus Covid Naik 31 Persen! 5 Provinsi Dalam Catatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19

Ia menjelaskan kelima provinsi ini masih cenderung menunjukkan penurunan angka kematian meskipun mengalami peningkatan kasus aktif.

Editor: Marlen Sitinjak
IST
Juru Bicara Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Covid-19 belumlah tamat. Untuk itu masyarakat diimbau jangan sampai lalai dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 mingguan sebanyak 571 kasus atau 31 persen.

Kenaikan kasus terjadi dalam tiga pekan terakhir, di mana pada 22 Mei 2022 berjumlah 1.814 kini menjadi 2.385 kasus.

Juru Bicara Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan tren kasus harian juga meningkat sebanyak 10 persen.

Waspada ! Kasus Infeksi Harian Covid-19 di Indonesia Melonjak Pesat Lagi, DKI Jakarta Tertinggi

“Pada kasus aktif harian terjadi kenaikan 328 atau 10 persen dari kasus aktif tanggal 2 juni 2022, yaitu 3.105 menjadi 3.433 kasus aktif harian,” kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara virtual, Rabu 8 Juni 2022.

“Hal ini penting untuk diwaspadai, mengingat selama kurang lebih 3 bulan berturut-turut sejak gelombang Omicron, kita berhasil mempertahankan kasus agar tetap stabil,” ujarnya.

Dia merinci, provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi di antaranya Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 45 persen, Banten sebanyak 38 persen, Jawa Timur 37 persen, DKI Jakarta 30 persen, dan Jawa Barat 18 persen.

Wiku menjelaskan kelima provinsi tersebut berasal dari Pulau Jawa, di mana itu sejalan dengan jumlah penduduk yang besar serta aktivitas masyarakat yang mulai normal.

“(Itu) bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya kenaikan kasus aktif,” katanya.

Kendati demikian, kenaikan tren positif Covid-19 ini tidak diikuti kenaikan Bed Ocupancy Ratio (BOR) rumah sakit, isolasi harian, maupun tren kematian mingguan.

Ia menjelaskan kelima provinsi ini masih cenderung menunjukkan penurunan angka kematian meskipun mengalami peningkatan kasus aktif.

Itu tercermin dari angka kematian dan persentase BOR yang masih di bawah 3 persen.

Ruangan Isolasi Covid-19 RSUD dr Achmad Diponegoro Kini Difungsikan untuk Pasien Gangguan Pernafasan

“Kematian yang bertambah jumlahnya hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta, dari satu kematian menajdi 3 kematian dalam minggu terakhir,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau pada pemerintah daerah, khususnya kelima daerah tersebut untuk mencermati perkembangan Covid-19 di daerahnya.

Dia juga mengimbau masyarakat jangan lengah dan terbuai euforia normalnya kembali aktivitas saat ini.

“Dimohon kepada seluruh gubernur, terutama dari 5 provinsi yang saya sebutkan untuk bersama bupati dan walikotanya dalam memantau dan memitigasi kenaikan yang terjadi. Mohon evaluasi kebijakan dan persturan yang berlaku apabila diperlukan,” kata Wiku. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved