Cegah Penularan PMK, Petugas Dinas Pertanian dan Pangan KKU Semprotkan Disinfeksi di Kandang Ternak
Drh. Ludi Nurmala menerangkan telah melakukan koordinasi kepada pihak terkait dalam pengawasan dan sosialisasi mengenai PMK.
Penulis: Zulfikri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Untuk mengantisipasi munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara melakukan penyemportan Disinfeksi di kandang ternak sapi milik warga dusun Tambak Rawang, Desa Gunung Sembilan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara, Azhari melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh. Ludi Nurmala menerangkan telah melakukan koordinasi kepada pihak terkait dalam pengawasan dan sosialisasi mengenai PMK.
"Pencegahan penyakit mulut dan kuku, kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian (Polres KKU), dengan melibatkan Bhabinkamtibmas di lapangan. Kita sudah melaksanakan pengawasan, pembinaan dan pelayanan kesehatan hewan di lima Kecamatan," terang Drh. Ludi Nurmala kepada Tribunpontianak.co.id. Kamis 9 Juni 2022.
• Binrohtal, Polres Kayong Utara Hadirkan Ustaz Syarif Hasan Al-Hadad
Pihaknya juga telah melakukan identifikasi di 5 Kecamatan Kabupaten Kayong Utara. Dari pengawasan ini, tidak ditemukan hewan ternak yang terjangkit dan semuanya dalam kondisi sehat serta aman.
"Kita juga melakukan identifikasi, barangkali didalam pemeriksaan terdapat hewan ternak yang diduga atau suspect penyakit ini. Alhamdulillah, dari lima Kecamatan ini, kita tidak menemukan dan masih dalam keadaan sehat dan aman (hewan ternak)," jelasnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan komunikasi hingga sosialisasi perkembangan PMK telah dilakukan pihaknya kepada para peternak dan pelaku usaha yang menjual daging hewan ternak.
"Komunikasi, edukasi, interaksi serta sosialisasi sudah pasti kita lakukan kepada peternak-peternak dan kepada pelaku usaha ternak (daging hewan ternak) terkait perkembangan penyakit mulut dan kuku. Belum ada laporan dan belum ada ditemukannya ternak yang memperlihatkan gejala klinis, yang suspect PMK," tambahnya.
"Kita selalu menekankan kepada pelaku usaha, memberikan imbauan laporlah ketika ada ternak-ternak (suspect) kepada kita," tutup Drh. Ludi. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News