Aset BPR Triwulan I 2022 di Kalbar Tumbuh Positif, Tertinggi se-Kalimantan

Sementara dari sisi kredit data per Maret 2022, kredit yang disalurkan dikisaran Rp 1 Triliun dengan NPL sekitar 10,76 persen.

Penulis: Maskartini | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Kepala Kantor OJK Provinsi Kalimantan Barat, Maulana Yasin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor OJK Provinsi Kalimantan Barat, Maulana Yasin mengatakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tumbuh positif dari sisi aset pada Triwulan I 2022.

Saat ini ada 20 BPR yang tersebar di lima kabupaten atau kota, diantaranya ada di Mempawah, Singkawang, Sanggau, Sintang, dan Pontianak.

"Alhamdulillah, BPR yang ada di Kalbar cukup banyak. Total ada 20 BPR aktif yang tersebar di kabupaten kota. Namun belum ada BPR Syariah," ujar Maulana Yasin, 7 Juni 2022.

Meski demikian diakuinya ada dua BPR yang likuidasi.

Mulyadi Ajak ASN di Kota Pontianak Menjaga Diri dan Keluarga dari Ancaman Bahaya Narkoba

"Jadi ada juga yang kurang beruntung dalam pengelolaannya sehingga BPR-nya ditutup," ujarnya.

Saat ini kata Maulana, total aset BPR di Kalbar mencapai Rp1,7 Triliun. Angka tersebut memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan aset BPR se-kalimantan.

"Alhamdulillah, kontribusi BPR di Kalbar tumbuh terus. Saat ini aset Rp1,7 Triliun, dibandingkan dengan BPR se-Kalbar kita menjadi BPR dengan aset tertinggi se-kalimantan," ujarnya.

Jika melihat perkembangan asetnya, Maulana Yasin mengatakan BPR Kalbar tumbuh pesat.

Sementara dari sisi kredit data per Maret 2022, kredit yang disalurkan dikisaran Rp 1 Triliun dengan NPL sekitar 10,76 persen.

"Harapan kita ada perbaikan sehingga NPL dibawah 5. Diupayakan penyelesaian yang baik dan saling menguntungkan.Tantangan BPR harus memberikan pelayanan yang cepat dan terus berupaya berinovasi kalau tidak akan kalah dengan bank umum," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved