Agar Tak Terjadi Penumpukan Sampah, Syamhudi Sarankan Perlu Kebiasaan Tata Kelola Sampah yang Baik

jumlah TPS juga menjadi persoalan tersendiri ketika memamg ternyata kebiasaan memindahkan sampah belum berubah siginifikan di lingkungan masyaraka

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Pegiat Lingkungan di Kota Pontianak Kalimantan Barat, Syamhudi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pegiat Lingkungan di Kota Pontianak Kalimantan Barat, Syamhudi menilai,  jumlah TPS di Kota Pontianak yang masih minim mengidentifikasi, bahwa tata kelola persampahan yang baik.

Namun di sisi lain kata dia, minimnya jumlah TPS ini juga menjadi persoalan tersendiri ketika memamg ternyata kebiasaan memindahkan sampah belum berubah siginifikan di lingkungan masyarakat.

"Sehingga terjadi kemunculan TPS liar, baik itu di tanah-tanah warga yang kosong dan lainnya," katanya, Sabtu 4 Juni 2022.

Sehingga terjadi penumpukan sampah yang kurang teratur.

Kadis LH Pontianak Sampaikan Sudah Lakukan Upaya Antisipasi Penumpukan Sampah

Menurutnya, selain Pemerintah, tetapi masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk dapat mendorong dan membentuk kebiasaan-kebiasaan tata kelola persampahan yang baik, mulai dari rumah tangga, restoran dan lainnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa yang juga harus dipertimbangkan ialah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus lebih masif lagi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Artinya tidak hanya kegiatan seremonial saja, tetapi sesekali membuat anggaran untuk sosialisasi edukasi secara langsung dan rutin serta berkelanjutan di lingkungan masyarakat," jelasnya.

Dalam realisasinya kata aktivis ini, bisa berkolaborasi dengan banyak komunitas. Apalagi di Kota Pontianak ini banyak komunitas lingkungan hidup sehingga mereka bisa mengambil bagian dari edukasi tersebut.

"Idealnya memang dalam gerakan kelestarian lingkungan yang berkaitan dengan sampah ini. Kita bisa mengimpikan gerakan pengurangan sampah sekali pakai, jadi itu semua aktivitas belanja masyarakat bisa menggunakan kantong yang dibawa sendiri, tanpa menggunakan plastik dan ada juga gerakan pemanfaatan dan pengelolaan sampah, baik organik maupun non organik," jelasnya.

"Dan yang terpenting adalah bagaimana untuk mensinergikan persoalan ini sehingga menuai jalan tengah dan mesti harus ada persepsi yang sama antara pemerintah dan masyarakat terkait persoalan sampah ini," tukasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved