Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Perkokoh NKRI dan Nilai Budaya Bangsa

Menuju penguatan integrasi sosial melalui kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan serta pemeliharaan hasil hasil pembangunan

Penulis: Imam Maksum | Editor: Jamadin
Dok Humas DPRD Sambas
Wakil Ketua I DPRD Sambas Ferdinan Syolihin mendampingi Bupati Sambas H Satono saat pembukaan BBGRM, di Desa Sebedang Sempalai, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Kamis 2 Mei 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tahun 2022 Kabupaten Sambas dipusatkan di Desa Sempalai Sebedang, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Kamis 2 Juni 2022. 

Kegiatan dibuka secara resmi Bupati Sambas, H Satono. Turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sambas Ferdinan Syolihin SE.

Wakil Ketua I DPRD Sambas, Ferdinan Syolihin, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat adalah bagian dari upaya menumbuhkembangkan nilai-nilai gotong royong di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang plural. 

Dikatakan Ferdinan, nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai bagian dari sistem nilai budaya bangsa, perlu dilestarikan secara berdayaguna dan berhasil guna untuk memperkuat integrasi sosial masyarakat di desa serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Buka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat, Bupati Satono Harap Nilai Gotong Royong Terus Terjaga

“Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat mendukung pelaksanaan pelestarian nilai-nilai gotong royong melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya. 

Gotong royong menurut Ferdinan adalah kegiatan kerjasama masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan yang diarahkan pada penguatan persatuan dan kesatuan masyarakat serta peningkatan peran aktif masyarakat dalam pembangunan. 

Dia menambahkan, momentum kegiatan bulan bhakti gotong royong masyarakat yang mengikutsertakan seluruh komponen masyarakat, mampu menumbuh kembangkan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan. 

“Bulan bhakti gorong royong masyarakat adalah kegiatan gotong royong masyarakat dalam satu bulan penuh yang merupakan akumulasi kegiatan gotong royong. Ini momentum penting tentang arti gotong royong," katanya.

Maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini, kata dia, adalah untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan.

"Menuju penguatan integrasi sosial melalui kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan serta pemeliharaan hasil hasil pembangunan,” harapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved