Kades Tumbang Titi Sebut Keributan Warga dan Anggota Brimob Terjadi di Lahan Perkebunan Bersengketa

Thamrin mengungkapkan, permasalahan ini pun sudah pernah dimediasikan oleh pihak desa, namun tidak ada keputusan. 

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Keributan yang terjadi antara anggota Brimob dengan sejumlah warga di perkebunan sawit di Kecamatan Tumbang Titi. Foto dari potongan video yang beredar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kades Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, M Thamrin mengatakan keributan yang melibatkan anggota Brimob dengan sekelompok warga terjadi di atas lahan perkebunan sawit yang sedang bersengketa. 

Lahan tersebut diklaim menjadi milik warga. Sedangkan perusahaan yakni PT Arrtu mengklaim jika lahan tersebut masuk dalam HGU mereka. 

"Permasalahan ini sudah lama, tapi sampai sekarang belum ada keputusannya," kata Thamrin, Sabu 28 Mei 2022 malam.

Thamrin mengungkapkan, permasalahan ini pun sudah pernah dimediasikan oleh pihak desa, namun tidak ada keputusan. 

Bahkan permasalahan ini sudah dimediasikan di kecamatan, namun hasilnya juga sama, tidak ada keputusan.

Kapolres Ketapang Beberkan Kronologi Dugaan Penembakan Warga oleh Anggota Brimob di Kebun Sawit

"Perusahaan tidak mau menunjukkan dokumen, sementara warga siap. Perusahaan mengaku hanya mau mengeluarkan dokumen di pengadilan," ujarnya.

Thamrin menjelaskan, lahan yang disengketakan itu sekitar 12 hektar.

Lahan tersebut sudah ditanami sawit. Kedua pihak pun mengklaim mereka yang berhak memanen buah sawit. 

"Seharusnya lahan tersebut dalam status kuo, tapi tidak ada hitam di atas putih," jelasnya.

Thamrin menilai, persoalan ini seharusnya dibuatkan surat pernyataan yang diketahui pihak kecamatan jika kedua belah pihak tidak boleh melakukan aktivitas di atas lahan yang sengketa sebelum masalah ini selesai. Tetapi masalah itu tidak ada hitam putih.

"Perusahaan hanya meminta masyarakat berhenti panen dan hanya perusahaan yang melakukan aktivitas pemanenan. Saya membantah, karena ini tidak adil. Seharusnya sama-sama tidak panen," timpalnya.

Untuk itu, Thamrin menyerahkan kasus yang menyebabkan salah satu warganya tertembak itu kepada pihak berwajib."Yang jelas kami menyerahkan kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jika memang ada yang bersalah, pasti akan ada proses hukumnya," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved