Kenali 5 Ciri Investasi Bodong, OJK Beri Tips 2L Agar Terhindar dari Penipuan Berkedok Investasi

Bagaimana kita bisa mengetahui investasi legal atau ilegal kata Aziz pertama investasi ilegal pasti menawarkan imbal hasil yang tidak wajar.

Penulis: Maskartini | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Maskartini
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar menggelar Edukasi Keuangan Syariah bagi UMKM di Provinsi Kalimantan Barat, di Hotel Mercure Pontianak Rabu 25 Mei 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sukses menggelar Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa di Kalbar yang berlangsung di Teater 1 Gedung Konferensi Untan Pontianak kemarin, Hari ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar menggelar Edukasi Keuangan Syariah bagi UMKM di Provinsi Kalimantan Barat, di Hotel Mercure Pontianak Rabu 25 Mei 2022.

Kepala Bagian Edukasi OJK, Primandanu Febriyan Aziz saat memaparkan materi waspada investasi dan pinjaman online ilegal mengingatkan kepada peserta untuk waspada terhadap tawaran investasi. "Takutnya investasi bodong, beritanya serem-serem ada yang rugi miliaran," ujarnya.

Contoh, ada modus investasi ilegal yang berkedok agama dan berbagai modus lain.

Jadi Pembicara Nasional, Wako Edi Kamtono Sebut UMKM di Pontianak Berkembang Pesat

"OJK bergabung dengan satgas waspada investasi. Ada yang menawarkan bisnis kampung kurma, dia menggalakkan dana dari masyarakat tapi usahanya tidak real. Ada juga modus travel haji dan umrah, ada juga aset crypto," ujarnya.

Bagaimana kita bisa mengetahui investasi legal atau ilegal kata Aziz pertama investasi ilegal pasti menawarkan imbal hasil yang tidak wajar.

"Tinggi banget misalnya. Nah, itu salah satu strategi mereka untuk menggaet nasabah. Jika ada pihak yang menawarkan imbal hasil diatas deposito, misalnya 10 persen perbulan kita patut waspada," ujarnya.

Kedua, member get member, mereka kata Aziz tidak punya aktivitas bisnis yang real, mereka mendapatkan imbal hasil dari member get member.

"Itu sumber dari investasi member, jika perekrutan mereka terputus maka selesailah mereka," ujarnya.

Ketiga, biasanya pelaku investasi bodong menggunakan public figur.

"Nah, biasanya public figur saat berswafoto tidak mengetahui bahwa foto seolah-olah untuk mengendors produk mereka. Kita perlu waspada. Keempat, legalitasnya tidak jelas dan kelima ciri-ciri investasi bodong mereka biasanya mengklaim investasi tanpa resiko," ujarnya. 

"Yang namanya investasi, pasti ada resikonya. Demikian juga dengan investasi. Nah, jika ada yang menawarkan investasi tanpa resiko bisa dipastikan itu investasi bodong. Tips dari OJK yaitu 2 L. Pertama legalitas dan L selanjutnya Logis, masuk akal tidak. Untuk datanya investasi legal bisa dicek di website resmi OJK," tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved