Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 19 Mei Santo Krispinus dari Viterbo

Ia adalah seorang birawan Fransiskan Kapusin dan seorang mistik katolik yang hidupnya penuh dengan perbuatan-perbuatan ajaib.

Tayang:
Pax et Bonum
Orang Kudus Katolik 19 Mei Santo Krispinus dari Viterbo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peringatan Orang Kudus Katolik 19 Mei.

Orang kudus Katolik pada 19 Mei merayakan Santo Krispinus dari Viterbo.

Santo Krispinus adalah santo pertama yang dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.

Ia adalah seorang birawan Fransiskan Kapusin dan seorang mistik katolik yang hidupnya penuh dengan perbuatan-perbuatan ajaib.

Orang Kudus Katolik 18 Mei Santo Paus Yohanes I

Krispinus lahir di Viterbo, Italia pada tanggal 13 November 1668 dalam sebuah keluarga katolik yang bersahaja namun saleh.

Saat dibabtis ia diberi nama Pietro Fioretti.

Ayahnya meninggal saat ia masih berusia 5 tahun.

Setelah itu ibunya membawa Pietro ke gereja dan mempersembahkannya kepada Santa Perawan Maria.

Sepanjang hidupnya kelak, Pietro dengan setia dan tekun meneladani ibunya yang menaruh devosi khusus kepada Bunda Maria.

Pendidikan formal ditempuhnya di sebuah Sekolah Rakyat yang dikelola oleh imam-imam Yesuit di Viterbo.

Ketika menanjak remaja, ia bekerja pada pamannya, seorang pengusaha sepatu.

Oleh pamannya ia dilatih untuk trampil membuat sepatu sekaligus menjualnya.

Devosi kepada Bunda Maria senantiasa dilakukannya di sela-sela kesibukannya setiap hari.

Kecuali itu, dalam kehidupan biasa di tengah masyarakat, ia dikenal sebagai seorang anak yang saleh dan berkepribadian menarik.

Penduduk kota viterbo menjulukinya sebagai “il santarello” (Santo Kecil).

Sikap hidupnya yang saleh ini sangat menarik perhatian para biarawan Fransiskan dari Ordo Kapusin di tempat kelahirannya.

Para biarawan itu membujuknya agar mau mengikuti jejak mereka sebagai anggota Ordo Kapusin.

Karena merasa tertarik dengan cara hidup para biarawan Kapusin itu, maka ia segera menyambut baik ajakan itu dan masuk biara Kapusin pada usia 25 tahun.

Ia memilih nama Krispinus sebagai namanya yang baru.

Di rumah novisiat Paranzana, pemimpin novisiatnya sangat senang padanya karena sifat yang baik dan perilakunya yang sungguh-sungguh untuk hidup sebagai biarawan Kapusin.

Sebaliknya Provinsial Ordo Kapusin sangat menentang penerimaan Krispinus di biara itu.

Karena itu, Krispinus dicobai dengan berbagai tugas berat.

Kecuali itu, ia diharuskan menyebut dirinya sebagai ‘Keledai Kapusin’, dan menganggap dirinya sebagai anggota biara yang ‘tidak layak dipandang’ lebih daripada seekor kuda beban.

Di biara Viterbo, ia bekerja sebagai tukang kebun dan di Tolfa sebagai juru masak.

Perlakuan-perlakuan terhadap dirinya memang tampak aneh, tetapi semuanya diterimanya dengan tabah dan dipersembahkan kepada Bunda Maria dalam doa-doanya.

Dalam perjalanan waktu selanjutnya, semua perlakuan orang terhadap dirinya berubah drastis, ketika ia secara ajaib berhasil menyembuhkan begitu banyak orang yang terserang penyakit menular di kota itu.

Kemampuannya menyembuhkan orang-orang sakit ini secara ajaib ini tidak hanya terjadi di Viterbo, tetapi juga di Roma, Albano dan Bracciano ketika ia tinggal di sana untuk beberapa tahun.

Ketika ditugaskan di Orvieto, ia dibebani tugas mencari derma demi kepentingan biaranya.

Tugas ini dilaksanakannya dengan sangat berhasil.

Cara hidupnya di Orvieto membuat umat di sana sangat mencintainya.

Cinta umat Orvieto ini terbukti tatkala Krispinus hendak dipindahkan oleh pemimpin biaranya ke tempat lain.

Umat Orvieto, terutama ibu-ibu rumah tangga segera mengajukan protes keras kepada pemimpin ordo Kapusin dan dengan tegas menolak kehadiran pengganti Krispinus.

Mengingat bahwa Ordonya sangat tergantung pada kemurahan hati umat, maka pemimpin Ordo terpaksa menempatkan kembali Krispinus di Orvieto.

Masa-masa terakhir hidupnya dihabiskan di Roma.

Di sana ia dikenal luas oleh umat karena ramalan-ramalannya, mukjizat penggandaan roti yang dilakukannya dan kebijaksanaan hidupnya.

Ia meninggal dengan tenang pada tanggal 19 Mei 1750 dalam usia 82 tahun.

Saat ini Jasadnya yang masih utuh tersimpan abadi di bawah altar Gereja Santa Maria Tak Bernoda di Roma.

Hingga sekarang, orang-orang Roma memberi penghormatan dan kebaktian khusus kepada Santo Krispinus dari Viterbo.

Orang Kudus Katolik 18 Mei Santo Paus Yohanes I

Arti Nama

Nama Krispinus berasal dari nama Latin "Crispus" yang berarti "berambut keriting"

Variasi Nama

Crispian, Crispin (English).

Sumber: katakombe.org

(*)

[Update informasi seputar Katolik]

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved