Tak Perlu Khawatir Menitipkan Anak, Berikut Tips Memilih Pesantren dari Kemenag

Banyak tokoh penting di Indonesia yang memiliki latarbelakang lulusan pesantren.Sebut saja mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid

Tribun Pontianak/Galih Nofrio Nanda
ALQURAN BRAILLE -Sejumlah santri tuna netra dari Lembaga Pendidikan Agama Islam Ar Rahman Pontianak, mengaji dengan Alquran berhuruf Braille, Jumat (16/6/2017). Di lembaga ini sejumlah santri tuna netramengaji Alquran setiap harinya, bahkan banyak dari mereka menjadi penghafal Alquran. Tribun Pontianak/Galih Nofrio Nanda 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Ketika akan menitipkan anak ke pesantren, terkadang ada rasa kekhawatiran dan menjadi dilema para orang tua.

Kendati demikian, seharusnya orang tua tidak perlu bimbang ataupun cemas. Pesantren adalah tempat terbaik untuk menuntut ilmu dan memperdalam hal agama.

Dilansir dari situs Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia dan memiliki kontribusi besar bagi negeri ini.

Banyak tokoh penting di Indonesia yang memiliki latarbelakang lulusan pesantren. Sebut saja mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, hingga menteri dan kepala daerah di Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di pesantren.

Menilik 5 Masjid Bersejarah di Dunia, Ada Masjid Biru yang Megah

"Ini sesungguhnya memberikan fakta bahwa pesantren adalah tempat yang aman, layak, dan tepat untuk pengembangan anak bangsa," ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani seperti dikutip dari situs Kemenag.

Nah, di tengah maraknya stigma tentang pesantren seperti kekerasan seksual dan terorisme. Dhani menyebutkan, orang tua tidak perlu khawatir menyekolahkan anak ke pesantren jika sudah memahami bagaimana sesungguhnya pesantren.

"Saya ingin mengingatkan bagi seluruh anak bangsa, terutama kepada seluruh orang tua yang hari ini ingin menitipkan anaknya dalam proses pendidikan pondok pesantren perlu melihat apakah lembaga yang menyebut dirinya pesantren memiliki arkanul ma’had (rukun pesantren)," jelasnya.

Cara Daftar SIMAS Kemenag untuk Masjid dan Mushala

Tips memilih pesantren yang baik untuk anak

Ada lima hal yang menjadi arkanul ma’had. Pertama adalah kia yang menjadi figur teladan sekaligus pembimbing santri.

"Lihat sanad keilmuannya. Sanad keilmuannya jelas, ada kiainya. Jangan menitipkan ke pesantren yang gurunya hanya satu tunggal," pesan Dhani.

Rukun selanjutnya adalah adanya santri mukim, pondok atau asrama, fasilitas masjid atau musalla, serta kajian kitab kuning.

Dhani menegaskan agar orang tua memperhatikan sanad keilmuan, adanya kiai, fasilitas pesantren yang baik, dan adanya pembelajaran kitab kuning saat memilih pesantren untuk anak.

Daftar Masjid Unik di Indonesia ! 5 Masjid Ini Bisa Jadi Pilihan Destinasi Wisata Religi

Yang tidak kalah penting adalah pesantren yang bersifat inklusif. Artinya orang tua boleh menengok, dan masyarakat boleh melihat pesantren tersebut.

"Dengan demikian saya bisa mengatakan pesantren aman dan layak menjadi tempat orang tua menitipkan pendidikan anak," tutup Dhani. (*)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved