3 Kota di Kalbar Dengan Peredaran Uang Tertinggi, Kota Pontianak Capai Rp 1,6 Triliun
"Peredaran uang pada moment ramadhan dan lebaran 2022, sejak tanggal 4 April sampai dengan 28 April 2022 di Kalbar adalah sebesar Rp 2,978 triliun ham
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Moment Ramadhan dan Idul Fitri selalu menjadi moment dengan perputaran uang tertinggi setiap tahunnya.
Sebelumnya Kantor Perwakilan wilayah (KPw) Bank Indonesia memprediksi peredaran uang di Kalbar pada moment ramadhan dan idul Fitri tahun 2022 mencapai Rp 2,8 triliun.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat, Jeffrey Pakpahan mengatakan tiga daerah dengan peredaran uang tertinggi adalah Kota Pontianak, Kota Ketapang dan Kota Sintang.
Untuk kota dengan peredaran uang tertinggi adalah Kota Pontianak dengan peredaran uang mencapai Rp 1,6 triliun. Urutan kedua, Kota Ketapang Rp 526 miliar dan ketiga adalah Kota Sintang dengan peredaran uang sebesar Rp 488 miliar.
• Lampaui Prediksi, Momen Ramadhan dan Idul Fitri Peredaran Uang di Kalbar Hampir Rp 3 Triliun
"Peredaran uang pada moment ramadhan dan lebaran 2022, sejak tanggal 4 April sampai dengan 28 April 2022 di Kalbar adalah sebesar Rp 2,978 triliun hampir Rp 3 triliun. Peredaran uang tertinggi terjadi di Pontianak sebesar Rp 1,6 triliun," ujar Jeffrey.
Untuk memenuhi kebutuhan uang kecil, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar membuka layanan penukaran uang melalui Kas Keliling Bank Indonesia yaitu tanggal 25-28 April 2022 di Halaman Masjid Mujahidin, Ayani 1, Pontianak.
Selain Bank Indonesia, bank lain yang melayani penukaran uang pecahan kecil di Halaman Masjid Mujahidin adalah Bank Kalbar, Bank BTN, BNI dan BRI. "Adapun pecahan yang paling diminati adalah pecahan 5000 tahun emisi 2016," ujarnya.
Bank Indonesia sesuai arahan pusat penukaran uang tunai dibatasi jumlahnya yaitu sebesar Rp 3,8 juta untuk tiap penukar dengan nominal mulai dari Rp 1.000. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)