Doa Katolik
Orang Kudus Katolik 12 Mei Santo Ephifanius Salamis
Santo Ephifanius lahir sekitar tahun 310-320 M dalam sebuah keluarga Yahudi Kristen di desa kecil Besanduk, dekat Eleutheropolis.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peringatan Orang Kudus Katolik 12 Mei.
Orang kudus Katolik pada 12 Mei merayakan Santo Ephifanius Salamis.
Santo Ephifanius lahir sekitar tahun 310-320 M dalam sebuah keluarga Yahudi Kristen di desa kecil Besanduk, dekat Eleutheropolis (desa ini sekarang bernama Beit Guvrin), Israel.
Pada usia muda ia berangkat ke tanah Mesir untuk belajar Theologi serta Sastra klasik dan menjadi biarawan.
Setelah menamatkan studinya, ia pun ditahbiskan menjadi seorang imam.
• Orang Kudus Katolik 12 Mei Santo Akhilleus dan Santo Nereus Mantan Tentara Kekaisaran Romawi
Epiphanus kembali ke Palestina sekitar tahun 333 dan mendirikan biara di desa Ad, sebuah desa kecil dekat desa kelahirannya.
Ia tinggal di biara tersebut selama tiga puluh tahun dan melayani para biarawan sebagai abbas atau pemimpin biara.
Ephifanius dikenal fasih berbicara lima bahasa berbeda; Ibrani, Syria, Mesir, Yunani, dan Latin, kecakapan yang membuat Santo Hieronimus menjuluki mentornya ini sebagai Pentaglossis (Lima lidah).
Pada tahun 365 Ephifanius diangkat menjadi Uskup Salamis, Siprus.
Ia juga menjabat sebagai Metropolitan Gereja Siprus.
Selama empat puluh tahun melayani umat sebagai uskup, Ephifanius dikenang akan perjalanan gembalanya ke seluruh wilayah keuskupan demi meneguhkan iman umat dari rongrongan berbagai bidaah (ajaran sesat) yang timbul di masa itu.
Disekitar tahun 374-377 M, uskup Ephifanius menerbitkan bukunya yang terkenal: Panarion (yang berarti : Kotak Obat).
Dalam buku ini ia membahas serta membantah 80 ajaran bidaah yang pernah ada sampai pada zaman tersebut.
Beberapa ajaran sesat yang disebutkan dalam Panarion tidak pernah disebutkan dalam dokumen lain dari masa itu yang masih selamat sampai saat ini.
Panarion dibuka dengan “Empat induk” bidaah pra-Kristen yaitu : “Barbarisme”, “Scythism”, “Hellenisme” dan “Yudaisme” dan kemudian membahas Enam Belas ajaran sesat pra-Kristen yang telah lahir dari Empat sekolah filosofis (Stoics , Platonis, Pythagorean dan Epicurean), dan dua belas sekte Yahudi.
Uskup Ephifanius melanjutkan Panarion dengan selingan tentang “Inkarnasi Sabda”, lalu mulai menjelaskan tentang Enam Puluh Ajaran Sesat Kristen, dari berbagai macam aliran gnostik hingga berbagai ajaran sesat di abad keempat.
Buku yang luar biasa ini ditutup dengan penjelasan dan bantahan pedas terhadap ajaran sesat Collyridians dan Messalians.
Ephifanius juga menulis beberapa buku lain seperti: Ancoratus (jangkar yang baik) yang berisi bantahannya terhadap aliran sesat Arianisme dan ajaran Origenes yang bertentangan dengan ajaran iman.
Pada tahun 392 M ia menulis: On Weights and Measures, sebuah kajian sejarah, leksikal, Metrologi, and catatan geografis tentang Israel.
Pada tahun 402 Santo Ephifanius yang telah lanjut usia, diundang oleh Patriark Theofilus dari Alexandria untuk menghadiri sebuah sinode di Konstantinopel.
Namun saat mendekati ibukota Kerajaan Romawi Timur tersebut, Ephifanius menyadari bahwa kehadirannya sebagai anggota rombongan Patriark Theofilus, hanya akan mendukung Theophillus untuk menentang Patriark Konstantinopel Yohanes Krisostomus.
Pada masa itu, tepatnya pada tahun 399, terjadi perpecahan yang menyedihkan antara komunitas Pertapa dan para pemimpin Gereja di Mesir.
Banyak pertapa suci dikucilkan oleh otoritas Gereja Mesir dan mengungsi ke Konstantinople.
Mereka mencari perlindungan dan membawa petisi atas krisis di Mesir kepada Patriark Yohanes Krisostomus yang secara terbuka telah menyatakan dukungannya kepada mereka.
Ephifanius tidak ingin bertentangan dengan Patriark Yohanes yang adalah sahabat baiknya.
Ia urung memasuki gerbang Konstantinopel dan kembali ke Siprus.
Dalam perjalanan pulang, uskup kudus ini wafat di tengah laut akibat kelelahan.
Sejak abad kelima, Santo Ephifanius telah dihormati sebagai seorang pahlawan iman oleh Gereja di Timur dan Barat.
Ia sering dianggap sebagai seorang bapa Gereja dan hari pestanya dirayakan pada setiap tanggal 12 Mei oleh Gereja Barat dan pada 17 Pashons dalam Kalender Gereja Koptik Mesir.
Ia mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.
Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantarnya menjadi kudus.
• Orang Kudus Katolik 11 Mei Santo Ignasius dari Laconi
Arti Nama
Ephifanius berasal dari kata Yunani επιφανεια (epiphaneia) yang berarti : "Penampakkan, manifestasi".
Variasi Nama
Epiphanes, Epiphanios, Epiphanius (Greek), Epifanio (Italian), Epiphanius (Latin).
Sumber: katakombe.org
(*)
[Update informasi seputar Katolik]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Orang-Kudus-Katolik-12-Mei-Santo-Ephifanius-Salamis.jpg)