Vladimir Putin Bersumpah ke Negara Eks Uni Soviet, Presiden Rusia Janji Hancurkan Nazisme di Ukraina

Vladimir Putin menyatakan sumpah itu saat mengucapkan selamat kepada negara-negara bekas uni Soviet pada peringatan 77 tahun kekalahan Nazi Jerman dal

Editor: Ishak
AP PHOTO/SERGEY GUNEEV
Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu. Dalam perayaan hari kemenangan 9 Mei tahun ini, ia bersumpah akan hancurkan Nazisme di Ukraina . Selengkapnya di artikel ini Mingu 8 Mei 2022 / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gerakan Nazisme yang tumbuh di Ukraina menjadi satu di antara dalih invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 lalu.

Terkait hal itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu 8 Mei 2022, bersumpah bahwa pihaknya akan mengancurkan Nazi.

Persis seperti pada 1945 silam, dengan menyebut: "kemenangan akan menjadi milik kita" .

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov Klaim Rusia Rebut Popasna , Kota Strategis di Timur Ukraina !

Vladimir Putin menyatakan sumpah itu saat mengucapkan selamat kepada negara-negara bekas uni Soviet pada peringatan 77 tahun kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Atau pada peringatan hari Kemenangan 9 Mei  .

Intelijen Amerika - CIA Ungkap Rencana China Invasi Taiwan, Contoh Perang Rusia Vs Ukraina 2022

"Hari ini, tentara kita, seperti nenek moyang mereka, berjuang berdampingan untuk membebaskan tanah air mereka dari kotoran Nazi dengan keyakinan bahwa, seperti pada 1945, kemenangan akan menjadi milik kita," kata Vladimir Putin, yang mengirim pasukan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022, sebagaimana dirangkum dari laman Kompas.com Minggu 8 Mei 2022

"Hari ini, adalah tugas kita bersama untuk mencegah kelahiran kembali Nazisme yang menyebabkan begitu banyak penderitaan bagi orang-orang di berbagai negara," lanjutnya.

Vladimir Putin berharap generasi baru mungkin layak untuk dikenang oleh ayah dan kakek mereka.

Dia juga membuat banyak referensi bukan hanya untuk tentara, tetapi juga warga sipil di garis depan rumah yang menghancurkan Nazisme dengan pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya. "

Sayangnya, hari ini, Nazisme bangkit sekali lagi," tuduh Putin yang bersikeras bahwa Ukraina berada dalam cengkeraman fasisme dan ancaman bagi Rusia dan minoritas berbahasa Rusia di timur Ukraina yang diklaim Moskwa sebagai "pembebasan."

Perang Rusia Vs Ukraina Update, Inggris Kirim Senjata Baru ke Ukraine Senilai US$ 1,60 miliar

"Tugas suci kami adalah menahan penerus ideologis dari mereka yang dikalahkan dalam Perang Dunia II -yang oleh Moskwa disebut sebagai perang patriotik yang hebat," kata Vladimir Putin , saat dia mendesak Rusia untuk membalas dendam.

Putin juga mengatakan dia berharap semua penduduk Ukraina memiliki masa depan yang damai dan adil.

Pada Senin 9 Mei 2022 , Moskwa secara resmi akan memperingati kemenangan atas Nazi Jerman dengan parade militer raksasa.

Di bawah Putin, Rusia telah membenarkan serangannya di Ukraina, yang diluncurkan pada 24 Februari, sebagai "operasi khusus"

Di aman operasi militer Rusia itu diklaim bertujuan untuk "demiliterisasi" dan "de-nazifikasi" tetangganya, bekas republik Soviet yang mendeklarasikan kemerdekaan pada 1991. (*)

Materi di artikel ini juga telah tayang di Kompas.com dengan judul "Putin Bersumpah ke Negara-negara Bekas Uni Soviet: Seperti pada 1945, Kemenangan Akan Jadi Milik Kita"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved