Kadiskes Kalbar Harap Tak Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran

semua jajaran kesehatan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah vaksinasi, khususnya vaksinasi kedua dan cakupan vaksinasi boster

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizky Prabowo Rahino
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar drg Harry Agung Tjahyadi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harry Agung memaparkan, berdasarkan data New All Record (NAR) Covid 19, tanggal 3 Mei 2022, dari 562 tes sampel Kab/Kota se Kalimantan Barat.

Dikatakannya Kalbar 0 kasus baru.

“Dari data yang ditarik di NAR, new all record covid 19 semalam, kasus baru di Kalbar 0 dari 562 tes sampel dari semua lab Kab/Kota se Kalbar. Jika dilihat dari jumlah tes yang biasanya sehari 1500 sampel tes per hari, memang jumlah masyarakat yang ditesting beberapa hari saat lebaran berkurang,” jelasnya, Rabu, 4 Mei 2022.

Dirinya berharap agar tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19 pasca lebaran Idul Fitri. Ia menerangkan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) oleh masyarakat sangat penting untuk menekan jumlah kasus Covid 19 di momen lebaran.

Gudeg dan Sambal Krecek Menu Favorit Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Saat Lebaran

“Kami berharap tidak ada pelonjakan kasus setelah lebaran ini, tergantung dari penerapan protokol kesehatan, dan disiplin masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan tersebut. Kalaupun ada kenaikan kasus dari kondisi yg landai dibawah/rendah setelah lebaran atau mudik ini, mudah-mudahan kenaikan yang tidak signifikan dan bukan suatu lonjakan kasus,” paparnya.

Lanjut Agung menerangkan, semua jajaran kesehatan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah vaksinasi, khususnya vaksinasi kedua dan cakupan vaksinasi boster.

Ia juga mengimbau agar semua jajaran kesehatan, dan satgas tetap menyampaikan Komunikasi, Edukasi Kesehatan (KIE) terkait penerapan Prokes di masyarakat. Karena Covid-19 belum berakhir.

“Semua jajaran kesehatan tetap waspada dan akan terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi. Kita ketahui vaksinasi total ke satu 88, 16 % tetapi vaksinasi total ke dua 69, 66 %, dan V3 boster 10,05 %. Maka kita harus berupaya V2 mencapai 70

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved