Usai Ramadan Jangan Lupa Bayar Hutang Baru Puasa Syawal, Ustadz Abdul Somad Beberkan Hukumnya
Seusai Ramadan jangan lupa untuk membayar hutang puasa sebelumnya. Setelah dibayar baru lakukan Puasa Syawal.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seusai Ramadan jangan lupa untuk membayar hutang puasa sebelumnya.
Setelah dibayar baru lakukan Puasa Syawal.
Puasa Syawal menjadi ibadah sunnah yang bisa dilakukan umat muslim untuk mengobati kerinduan setelah ditinggal oleh Ramadhan.
Disamping itu, ibadah puasa Syawal juga memiliki banyak keutamaan didalamnya.
• 25 Kata-kata Idul Fitri 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya
Satu diantaranya adalah mendapat pahala setara dengan satu tahun berpuasa sebagaimana yang disampaikan dalam hadits Rasulullah saw sebagai berikut:
"Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim no. 1164).
Pertanyaan yang banyak ditanyakan terkait puasa sunnah di bulan syawal adalah apakah lebih baik melakukan qhada puasa ramadhan atau puasa syawal dahulu?
Menurut Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya dikutip dari Youtube Tribunnews bahwa yang paling afdhol adalah ganti dulu 7 (puasa ramadhan yang ditinggalkan) setelah itu baru melakukan yang 6.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan lebih lanjut, Kata Imam Abu Zakariah Al-Anshori dari Mazhab Syafe’i dikutip oleh Syekh ati’shahar dalam kitab fatawa al-azhar
“Bagi yang ada tinggal puasa, qadha saja 6 hari di bulan syawal otomatis mendapat pahala puasa sunnah syawal”.
Niatnya “Saya niat puasa qhada karna Allah ta’ala”, tidak perlu disebut sunnatnya otomatis dapat.
Dengan begitu, ketika umat muslim melakukan puasa qadha di bulan syawal maka ia otomatis mendapat pahala puasa sunnah syawal juga.
Demikian penjelasan mengenai keutamaan melaksanakan puasa qadha atau syawal menurut Ustadz Abdul Somad.
• Ribuan Jamaah Tumpah Ruah di Depan Kantor Wali Kota, Wako Edi : Idul Fitri Tahun Ini Lebih Semarak
Apa Itu Puasa Syawal?
Puasa syawal merupakan ibadah sunnah yang dilakukan setelah hari raya Idul Fitri.
Biasanya puasa syawal dilakukan berturut-turut dari tanggal 2 hingga 7 Syawal.
Seperti ibadah puasa wajib dan sunnah lainnya pelaksanaan puasa syawal didasarkan pada niat.
Maka itu umat muslim yang akan melaksanakan puasa syawal hendaknya melafazkan niat terlebih dahulu.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku niat berpuasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT
Keutamaan Puasa Syawal
Ada banyak keutamaan ketika seorang muslim melakukan puasa syawal, berikut beberapa di antaranya:
Menyempurnakan ibadah bulan Ramadan: Puasa Syawal diamalkan untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan pada bulan Ramadhan.
Mendapat pahala seperti puasa selama satu tahun: Keutamaan puasa syawal yaitu mendapat pahala puasa selama satu tahun penuh.
Hadits Rasulullah saw sebagai berikut: "Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim no. 1164).
Sunnah Rasulullah saw: Hukum puasa syawal adalah sunah mustahab yang berarti sangat dianjurkan untuk dilakukan, hal ini setara dengan salat Dhuha.
Orang yang melakukan puasa Syawal dijanjikan akan masuk surga bersama Rasulullah saw.
Hal ini karena orang tersebut telah menghidupkan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah saw.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan At Tirmidzi menyebutkan bahwa, "siapa yang menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku bersamaku di surga."
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Puasa Syawal atau Bayar Hutang Dulu? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad dan Bacaan Niat Puasa Syawal 1443 H Lengkap Tulisan Arab Latin dan Arti Beserta Keutamaannya