Puan Maharani Diminta Nyapres 2024, Apa Prestasinya?

Lalu apa sebenarnya Prestasi Puan Maharani sehingga layak untuk menjadi presiden?

Instagram @puanmaharaniri
Puan Maharani 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puan Maharani menjadi satu diantara kader PDI Perjuangan yang diminta oleh jajaran di daerah untuk maju menjadi Calon Presiden Indonesia di 2024.

Lalu apa sebenarnya Prestasi Puan Maharani sehingga layak untuk menjadi presiden?

Pengamat politik Universitas Tanjungpura Pontianak Dr. Erdi menilai Puan Maharani punya kemampuan mumpuni dan memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh figur lain.

Menurut Erdi, keunggulan pertama Puan ialah memiliki rekam jejak yang lengkap di dunia politik.

Seperti diketahui, Puan pernah duduk di eksekutif sebagai Menko PMK di periode pertama Presiden Jokowi dan sudah beberapa periode menjadi anggota legislatif.

Di partai tempatnya bernaung (PDI Perjuangan), Puan juga tercatat sebagai Ketua DPP selama beberapa periode kepengurusan.

DPD PDIP Kalbar Salurkan Ribuan Bantuan dari Puan Maharani untuk Masyarakat di Kalimantan Barat

Mantan presiden dari partai PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) dan ketua partai PDIP yang juga putri Megawati, Puan Maharani (kanan), berbicara satu sama lain saat pengumuman koalisi mereka di Jakarta pada 14 Mei 2014, menjelang pemilihan presiden Juli 2014. pemilu. Oposisi utama Indonesia memenangkan suara terbanyak pada pemilihan legislatif bulan lalu tetapi lebih buruk dari yang diharapkan, karena negosiasi untuk membangun koalisi memanas menjelang pemilihan presiden bulan Juli.
Mantan presiden dari partai PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) dan ketua partai PDIP yang juga putri Megawati, Puan Maharani (kanan), berbicara satu sama lain saat pengumuman koalisi mereka di Jakarta pada 14 Mei 2014, menjelang pemilihan presiden Juli 2014. pemilu. Oposisi utama Indonesia memenangkan suara terbanyak pada pemilihan legislatif bulan lalu tetapi lebih buruk dari yang diharapkan, karena negosiasi untuk membangun koalisi memanas menjelang pemilihan presiden bulan Juli. (FOTO AFP / Teluk ISMOYO)

"Track record Puan Maharani dalam panggung politik sudah sangat lengkap. Popularitas Puan Maharani dimulai tahun 2009; setelah ia terpilih sebagai anggota legislatif Pemilu 2009 dari Dapil Jawa Tengah V dengan perolehan suara terbanyak kedua tingkat nasional.

Sebelumnya, Puan Maharani menjadi Ketua Bidang Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat pada DPP-PDIP periode 2005-2010.

Pertama kali nyaleg tahun 2009 itu, Puan Maharani langsung mendapat suara terbanyak kedua dengan perolehan sebanyak 242.505 suara," katanya saat dijumpai di Pontianak, Selasa 8 Juni 2021.

"Kemudian, tahun 2014, saat kepemimpinan Presiden Jokowi, Puan Maharani dipercaya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia.

Selama 5 tahun berkarir di Kabinet Kerja, ia meninggalkan jabatan strategis di DPP PDI Perjuangan dan putusan ini dicatat sebagai sikap kenegarawanan dari seorang Puan Maharani. Tahun 2019 yang lalu, Puan tidak lagi mencalonkan diri sebagai menteri karena ikut kontentasi di Pileg.

Hasilnya, lewat dapil yang sama, dirinya terpilih sebagai Caleg dengan suara tertinggi, yakni 404.034 suara dan pada hari Senin, 30 September 2019, PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pileg 2019 memutuskan Puan Maharani menjadi Ketua DPR RI tahun 2019-2024," sambungnya.

Keunggulan kedua, lanjut Erdi, ialah disokong oleh partai besar dengan militansi dan loyalitas kader yang luar biasa.

Menurut Erdi, belum ada parpol di Indonesia yang loyalitas dan militansi kadernya mengalahkan PDI Perjuangan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved