IDUL FITRI
Berapa Hari Puasa Syawal Setelah Idul Fitri ?
Puasa Syawal dimulai di hari kedua karena pada hari pertama Syawal merupakan Hari Raya Idul Fitri, maka diharamkan untuk berpuasa.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut jadwal puasa Syawal setelah Idul Fitri 1443 Hijriah.
Puasa Syawal merupakan puasa sunah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah tuntas melaksanakan puasa Ramadhan dan merayakan Idul fitri.
Puasa Ramadahan sejatinya untuk mendidik agar di bulan-bulan berikutnya terbiasa untuk berpuasa.
Nah setelah tuntas bulan Ramadhan ada puasa-puasa sunah yang dianjurkan dan terdekat ada puasa Syawal.
Lantas berapa hari jumlah puasa Syawal ?
Puasa Syawal dapat ditunaikan sehari setelah Idul Fitri atau tepatnya 2 Syawal.
• Doa Khatam Alquran di Bulan Ramadhan
Setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadan, banyak umat Islam yang melanjutkan melaksanakan puasa sunah selama enam hari, yaitu puasa Syawal.
Puasa Syawal merupakan satu puasa sunah yang sangat dianjurkan (sunah muakkadah).
Hal tersebut berdasarkan sabda Rasululullah,
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim).
Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Shidiq M.Ag mengatakan, puasa Syawal dilakukan enam hari di bulan Syawal, yaitu hari kedua Syawal (sehari setelah hari raya Idul Fitri) dan seterusnya.
• Niat Sholat Lailatul Qadar dan Jenisnya di Malam Ganjil Akhir Bulan Ramadhan 1443 H
Puasa Syawal dimulai di hari kedua karena pada hari pertama Syawal merupakan Hari Raya Idul Fitri, maka diharamkan untuk berpuasa.
Akan lebih baik jika dilakukan secara berturut selama enam hari mulai hari kedua Syawal.
Namun, jika merasa kesulitan, maka diperbolehkan tidak berurutan, asalkan berpuasa sebanyak enam hari dan masih di bulan Syawal.
Adapun tata cara puasa syawal pada umumnya sama dengan puasa Ramadhan, seperti berniat, makan sahur, memperbanayak amalan-amalan, membaca Al Quran, menahan diri dari hawa nafsu dan rasa lapar.
Kemdian berbuka saat Maghrib.
Niat puasa Syawal
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah SWT.”
Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.
Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Syawal pada siang hari.
Berikut ini lafalnya :
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT.”
• Amalan Doa Akhir Ramadhan yang Dibaca Nabi Muhammad SAW
Bacaan Doa Buka Puasa
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”
"Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki." (Hadits shahih, Riwayat Abu Daud)
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Niat Puasa Syawal, Dapat Diamalkan Sehari Sesudah Idul Fitri atau 2 Syawal,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Jadwal-puasa-Syawal2022.jpg)