Terbuai Rayuan Akan Dinikahi, Gadis SMP di Singkawang Disetubuhi Pria Kenalannya di Facebook

Persetubuhan tersebut kemudian berujung pada pelaporan ke Polres Singkawang. Pihak kepolisian kemudian memeriksa korban, melakukan visum et revertum d

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Humas Polres Singkawang
Terduga pelaku persetubuhan anak dibawah umur berinisial LS diamankan Polres Singkawang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Terbuai rayuan maut, seorang siswi SMP berusia 16 tahun di Kota Singkawang, Kalimantan Barat menjadi korban persetubuhan oleh seorang pria berinisial LS (19).

Menurut Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo melalui Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP David Dino melalui rilis resmi Humas Polres Singkawang menyebutkan, kejadian tersebut bermula dari perkenalan antara LS dan korban melalui jejaring sosial Facebook.

Dengan rayuan maut, LS mengatakan kepada korbannya bahwa ia jatuh cinta dan berjanji akan menikahi korbannya, ia pun membujuk korbannya untuk bersetubuh di salah satu penginapan di Kota Singkawang.

Persetubuhan tersebut kemudian berujung pada pelaporan ke Polres Singkawang. Pihak kepolisian kemudian memeriksa korban, melakukan visum et revertum dan memeriksa saksi.

Hingga akhirnya LS langsung oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Singkawang atas dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Tersandung Kasus Asusila dengan Gadis Bawah Umur, Seorang Pria di Singkawang Ditangkap Polisi

"Saat kejadian, korban masih berumur 16 tahun dan masih dalam keadaan sekolah dan masih duduk di bangku SMP," ujar AKP David dari rilis resmi Humas Polres Singkawang, Rabu 27 April 2022.

AKP David menerangkan, Perkara Persetubuhan terhadap anak dibawah umur ini, masih dalam proses Penyidikan, yang di tangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Singkawang.

Kemudian terhadap Tersangka di Jerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 76D Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi undang-undang. (*)

(Simak berita terbaru dari Singkawang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved