Ngabuburit Sambil ‘Nga Book Read’, Cara Pegiat Literasi Kubu Raya Menanti Buka Puasa Bersama

Tidak hanya bercengkrama, membuang rindu, menjalin silaturahim sambil menunggu saat berbuka puasa. Ada yang berbeda.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ahmad Sofian
Ahmad Sofian Pegiat Literasi Kalimantan Barat saat menggelar Ngabuburit sambil ‘nga book read’ bersama para pegiat literasi kabupaten Kubu Raya di Canglai Kopi, Sabtu, 24 April 2022 

Ahmad S Dz

Pegiat Literasi Kalimantan Barat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menunggu waktu berbuka atau ngabuburit. Sambil bersilaturahim bersama  kawan, kolega. Itu hal sudah biasa. Pemandangan dan acara yang banyak terjadi. Tapi menunggu waktu berbuka dengan membaca buku bersama. Itu baru luar biasa. Ngabuburit sambil ‘nga book read’

Sabtu, 23 April 2022. Bertepatan dengan hari Buku Sedunia. Ada yang berbeda dari para Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Pegiat Literasi, Pegiat Sosial yang ada di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan  Barat. Walau hujan deras turun di hampir seluruh arah. Sore itu beberapa dari mereka yang dapat hadir sudah mulai berkumpul. Di Canglai Kopi.

Buku Derap Langkah Anak Petani Menjadi Kado Istimewa Milad ke-42 Bupati Satono

Tidak hanya bercengkrama, membuang rindu, menjalin silaturahim sambil menunggu saat berbuka puasa. Ada yang berbeda.

Mereka sambil berdiskusi, berbagi kisah tentang kegiatan-kegiatan literasi yang di lakukan. Yang tak kalah seru,  mereka membaca bersama buku yang berjudul  DEMIKIANLAH PADA MULANYA, karya Yusakh Ananda.

Secara bergilir kalimat demi kalimat, halaman demi halaman buku kumpulan cerita pendek  dibacakan. Buku setebal 135 halaman. Walau diterbitkan tahun 1980. Namun, penulisan karyanya sudah dimulai pada rentang tahun 1940-an. 

Terdapat sembilan cerpen dalam buku ini. Dimulai dengan cerpen yang berjudul  Kampungku yang Sunyi, Penunggu Bukit yang Nakal, Sebuah Kelumit Terlepas, Penjual Keriping, Demikianlah Pada Mulanya, Si Hitam dan Anak-anaknya, Suatu Saat Telah Lewat, Juara Drumband, serta cerpen Lanun

 Yusakh Ananda  lahir di Sambas pada tahun 1934, wafat tahun  2002 di Pontianak. Seorang sastrawan penting dalam khasanah sastra dan kepenulisan di Kalimantan Barat.

Selain berbuka puasa bersama sebagai ajang silaturahim. Pada kesempatan ini juga dilakukan membaca buku bersama. Implementasi dari Reading Group.

Dalam reading grup atau kelompok membaca, buku di baca secara bergiliran. Saat satu orang membaca bagian buku, maka yang lain menyimak dan memperhatikan. Kemudian dibahas segala hal yang terkandung dalam teks yang di baca.  

Reading grup bukanlah bentuk membaca cepat. Namun membaca dengan cermat dan teliti untuk mencari ide, pesan, gagasan serta fenomena yang terkandung dalam teks buku. Dengan cara inilah, para pegiat literasi kubu raya, menanti buka puasa. Ngabuburit Sambil ‘Nga Book Read’ bersama. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Kubu Raya]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved