Hari Bumi, DAD Sekadau Ajak Masyarakat Galakkan Gerakan Menanam Pohon

Ketua DAD Kabupaten Sekadau, itu menuturkan sejatinya masyarakat adat khususnya di Kabupaten Sekadau juga telah mengambil bagian dalam menjaga kelesta

TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Ketua DAD Sekadau, Wellbertus Willy, Jumat 22 April 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Momentum Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April dimaknai Ketua DAD Sekadau, Wellbertus Willy sebagai pengingat untuk kembali menggalakkan gerakan menanam pohon, guna menjaga kelestarian hutan, Jumat 22 April 2022.

Ketua DAD Kabupaten Sekadau itu menuturkan sejatinya masyarakat adat khususnya di Kabupaten Sekadau juga telah mengambil bagian dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Hal itu terbukti dengan adanya hutan adat di beberapa desa yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini.

Dalam peranannya menjaga hutan adat, masyarakat adat pun membuat aturan dan sanksi yang tegas bagi siapa saja yang menebang pohon di hutan adat. Bahkan di Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu sudah memiliki Peraturan Desa terkait perlindungan hutan adat tersebut.

Hari Bumi 2022 Angkat Tema Invest in Our Planet

"Konsisten masyarakat adat, khususnya suku Dayak di Kabupaten Sekadau dalam menjaga lingkungan sudah terbukti, contohnya di beberapa desa kita punya hutan adat, ada aturan hukum adat, sehingga jika ada yang menebang pohon di hutan adat maka akan disanksi.
Seperti di Setawar, mereka juga ada Perdesnya. Ini bukti bahwa kita konsisten menjaga hutan dan lingkungan," ujarnya.

Konsistensi itupun diharapkan Willy juga didukung oleh masyarakat adat lainnya dan juga oleh Pemerintah. Seperti memelihara dan menjaga hutan lindung.

Kalaupun berladang kita selalu menjaga agar apinya tidak kemana-mana. Menggalakkan gerakan menanam pohon, tidak membuang sampah sembarang dan menghemat penggunaan listrik.

"Harapan kita bagaimana masyarakat bisa mensuport kita seperti dalam momen apapun kita bisa bersama-sama menjaga lingkungan, gerakan menanam pohon dan lainnya. Karena kita ini di Kabupaten Sekadau ada sekitar 200.000 jiwa, kalau satu orang saja menanam satu pohon, maka sudah 200.000 pohon yang kita tanam," ajaknya.

Willy juga berharap ada gerakan nyata dari pemerintah dan masyarakat untuk terus menjaga dan memelihara bumi. 

Walaupun sejatinya sudah sering diselenggarakan berbagai kegiatan, namun Ia berharap hal tersebut dapat lebih konsisten dan menjadi agenda rutin khususnya di Kabupaten Sekadau.

"Bagi saya makna hari bumi ini supaya semakin banyak kesadaran di masyarakat dan support dari semua y untuk mendukung masyarakat adat untuk menjaga lingkungan dan melestarikan hutan adat," ucapnya.  (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Sekadau]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved