Israel Kembali Bombardir Jalur Gaza Palestina, Kerahkan Sejumlah Pesawat Tempur

Hamas mengeklaim, telah menggunakan "pertahanan anti-pesawat" untuk melawan serangan udara Israel, yang tidak menimbulkan korban, menurut saksi dan su

Editor: Ishak
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE TRIBUNPONTIANAK
Ilustrasi Konflik perang Israel vs Palestina. Baru-baru ini, Israel kembali membombardir sejumlah kawasan di jalur Gaza Palestina. Selengkapnya di artikel ini Selasa 19 April 2022 / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Perang Israel Vs Palestina dikhawatirkan  berpotensi kembali pecah setelah ketegangan terbaru antara tentara Israel dan pejuang Palestina. 

Dalam suasana Ramadhan di bulan puasa 2022 ini, negara Zionis itu kembali membombardir sejumlah wilayah Gaza Palestina .

Dirangkum dari laman Kontan.co.d, Israel melakukan serangan udara pertama di Jalur Gaza dalam beberapa bulan terakhir pada Selasa pagi 19 April 2022.

Militer Israel mengklaim bombardemen dari serangan udara ini sebagai tanggapan atas roket yang ditembakkan dari Palestina ke wilayah negara zionist tersebut.

Persib Bandung Lepas Pemain Palestina Mohammed Rashid

Terutama ketika ketegangan meningkat setelah kekerasan akhir pekan di sekitar situs suci Yerusalem.

Di mana kala itu ratusan penduduk Palestina terluka akibat kekerasan aparat keamanan Israel yang menyerbu masuk ke kawasan kompleks Masjid Al Aqsa

Ulama Asal Palestina Isi Acara Dauroh Al-Fatihah Bersanad di Pontianak

Sirene peringatan berbunyi di Israel selatan pada Senin 18 April 2022 malam, setelah roket ditembakkan dari daerah yang dikendalikan kelompok Hamas, insiden pertama sejak awal Januari lalu. Roket itu jatuh ke laut di lepas Tel Aviv.

"Satu roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel,"

"Roket itu dicegat oleh Sistem Pertahanan Udara Iron Dome," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari laman Kontan.co.id yang merangkum Channel News Asia.

Beberapa jam kemudian, Angkatan Udara Israel mengatakan, telah menyerang tempat pembuatan senjata Hamas sebagai pembalasan.

Orang Kudus Katolik 26 Februari Santo Porphyrius Uskup Gaza Palestina

Hamas mengeklaim, telah menggunakan "pertahanan anti-pesawat" untuk melawan serangan udara Israel, yang tidak menimbulkan korban, menurut saksi dan sumber keamanan di Gaza.

Tidak ada faksi di daerah kantong padat berpenduduk 2,3 juta jiwa tersebut yang segera mengaku bertanggungjawab atas serangan roket ke wilayah Israel itu.

Tapi, serangan itu terjadi setelah serangkaian serangan di Israel dan ketegangan akhir pekan di sebuah tempat suci di Yerusalem.

Israel menganggap Hamas bertanggungjawab atas semua tembakan roket ke Israel, dan biasanya melakukan serangan udara sebagai tanggapan.

Lakukan Serangan Balasan, Israel Bombardir Lebanon

Serangan roket yang pertama terjadi sejak Januari lalu, setelah akhir pekan penuh kekerasan Israel-Palestina di dan sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang melukai lebih dari 170 orang.

Di mana sebagian besar korban adalah demonstran Palestina.

Sumber-sumber diplomatik mengatakan, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan mengadakan pertemuan pada Selasa untuk membahas lonjakan kekerasan di Palestina.

Kekerasan serupa di Yerusalem sekitar waktu yang sama tahun lalu memicu tembakan roket Hamas berulang kali ke Israel yang meningkat menjadi perang 11 hari. (*)

Materi di artikel ini juga telah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul Balas Tembakan Roket, Israel Lakukan Serangan Udara di Jalur Gaza

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved