Diskumindag Sambas Gelar Pasar Murah di Pasar Tradisional Kartiasa

Syahrul Aman mengungkapkan sebanyak 5 ton telur ayam disediakan untuk menyasar 555 orang di lima kecamatan tersebut. Setiap kecamatan jumlah penerima

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/IMAM MAKSUM
Warga Desa Kartiasa sedang mengatre membeli telur ayam dan bahan pokok lainnya pasar murah di Pasar Tradisional Kartiasa, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalbar, Senin 18 April 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Industri dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas menggelar Bazar Pasar Murah di Pasar Tradisional Kartiasa, Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Senin 18 April 2022.

Kepala Bidang Perdagangan Diskumindag Kabupaten Sambas , Syahrul Aman mengatakan operasi pasar murah merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Tahun 2022 kata Syahrul Aman terdapat lima kecamatan yang melaksanakan pasar murah.

"Kegiatan ini Operasi Pasar Telur Reguler, merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya dilakukan. Pada tahun ini terdapat lima kecamatan diantaranya Kecamatan Sambas, Kecamatan Tebas, Kecamatan Pemangkat, Kecamatan Selakau, dan Kecamatan Teluk Keramat,” katanya.

Syahrul Aman mengungkapkan sebanyak 5 ton telur ayam disediakan untuk menyasar 555 orang di lima kecamatan tersebut. Setiap kecamatan jumlah penerima manfaat sebanyak 111 orang.

“Jumlah telur untuk lima kecamatan tersebut sejumlah 5 ton dengan penerimaan manfaat 555 orang, yang di setiap kecamatan terdapat 111 orang penerima manfaat,” kata Syahrul Aman.

Bukber dengan Seluruh Camat di Kabupaten Sambas, Satono Ingatkan Tugas Pokok Camat Membantu Bupati

Dia mengatakan penerima manfaat tersebut harus memiliki syarat sebagai keluarga Program Keluarga Harapan (PKH). Sebab kata dia, telur ayam itu disubsidi pemerintah dengan harga per butirnya Rp500. Setiap keluarga PKH mendapat 1,8 kilogram telur ayam.

“Jadi pada tahun ini diprioritaskan untuk keluarga PKH, tidak dialokasikan untuk masyarakat umum seperti tahun sebelumnya. Karena ini disubsidi oleh pemerintah, dengan harga perbbutirnya 500 Rupiah dan setiap keluarga PKH mendapatkan jatah 2 sarang atau 1,8 kilogram telur,” jelasnya.

Dia menerangkan pasar murah ini melibatkan Ibu-ibu TP PKK Kabupaten Sambas dan PKK Kecamatan sebagai pelaksana di lapangan.

“Warga mulai memadati pasar tradisional mulai dari pukul 07.00 pagi, padahal kami buka pukul 09:00 pagi, tapi karena ingin mengantisipasi kerumunan kami buka lebih awal pukul 08.30 pagi,” katanya.

Dia mengatakan pasar murah dilaksanakan bekerjasama dengan berbagai pihak. Selain telur ayam, pihaknya juga menyediakan bahan pokok lainnya, seperti bahan pokok kue lebaran.

“Kita sebenarnya juga melibatkan Bulog, Nestle, Alfamart, Indomaret. Jadi tidak hanya telur yang kita gelar di pasar murah tetapi ada juga bahan untuk kebutuhan pokoknya lainnya dan bahan untuk membuat kue lebaran,” tuturnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved