Alasan Masyarakat di Sekadau Enggan Divaksin Booster

Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau ungkap banyak masyarakat yang enggan divaksin Booster karena berpikir hanya untuk bepergian

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Sindika Wulandari
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, Senin 18 April 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Pemerintah mewajibkan Vaksin Booster sebagai syarat mudik lebaran tahun 2022.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau ungkap banyak masyarakat yang enggan divaksin Booster karena berpikir hanya untuk bepergian, Senin 18 April 2022.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Sekadau, Henry Alpius memaparkan saat ini capaian vaksinasi Covid-19 khususnya vaksin Booster baru 7 persen.

Capaian tersebut sangat rendah dibandingkan vaksin pertama 92 persen dan vaksin kedua kedua 74. Dengan total capaian 87,43 persen.

Rendahnya capaian Vaksin Booster disebut Henry Alpius karena masyarakat berpikir bahwa vaksin booster yang untuk mereka yang mudik atau melaksanakan perjalanan jauh. Sedangkan mereka yang tidak bepergian tidak memerlukan vaskin booster.

Disdik Kabupaten Sekadau Sebut Sudah Gelar Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

Dari 7 persen capaian itupun, didominasi oleh para pekerja di beberapa perusahaan di Kabupaten Sekadau, seperti PT. LG dan PT. MPE. Hal itu karena sejumlah karyawan tersebut berasal dari luar Sekadau yang hendak mudik saat libur lebaran.

Henry menjelaskan, pemahaman tersebut tentu tidak benar. Karena walaupun tidak bepergian, vaksin booster tetap dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas. Karena walaupun tidak bepergian, namun pendatang dari luar Sekadau pasti ada.

"Yang lebih dikejar orang saat ini yang mudik, yang keluar dari Kabupaten Sekadau. Buka manfaat dari booster itu yang dilihat. Sekarang tergantung masyarakat, apakah merasa perlu meningkatkan kesehatannya, kalau merasa tidak butuh (vaksin booster), kita tidak memaksa. Dengan dua vaksin itu belum cukup, harus diperkuat dengan vaksin ketiga," tegas Henry Alpius.

Meskipun capaian vaksinasi Booster cukup rendah, Henry Alpius tetap mengapresiasi pemerintah yang sudah memberikan kelonggaran terkait mudik lebaran. Terutama dengan vaksin booster sebagai syarat mudik dalam rangka mendukung mudik aman dan sehat.

Pihaknya pun sudah menyediakan 23000 dosis vaksin, baik itu cocovac, Moderna, Pfizer dan Sinovac (khusus anak-anak). Vaksin tersebut sudah disebar ke 12 Pcare atau Puskesmas untuk mengejar capaian vaksinasi di Kabupaten Sekadau.

Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan vaksin juga dipersilahkan datang ke puskesmas atau sentra vaksinasi Covid-19 sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh puskesmas. Jadwal itu disusun bersama satgas Covid-19 di setiap kecamatan.

Sementara itu, di bulan Ramadhan vaksinasi juga terus dilaksanakan, terutama daerah-daerah yang ramai di kunjungi seperti Terminal Lawang Kuari Sekadau dan masjid-masjid yang dilaksanakan oleh pihak Kepolisian.

"di terminal Lawang Kuari Sekadau selalu dilaksanakan vaksinasi bagi siapapun yang mau, nakes langsung dari Dinas Kesehatan 8-12 orang. Vaksin apa saja bisa dan masyarakat dari mana saja boleh asal membawa KTP. Kecuali yang vaksin gotong royong harus ke sentranya langsung, karena gotong royong ini biasanya dari perusahaan jadi harus langsung ke perusahaan itu," tandasnya.

Terkait gejala yang dikeluarkan usai vaksinasi. Henry Alpius memastikan hal itu aman dan sudah biasa. Dijelaskannya ketika benda asing dimasukkan ke tubuh, maka tubuh mengeluarkan reaksi, reaksi ini bermacam-macam, tergantung dari kondisi orang. Ada yang tidak merasa apa-apa sampai gejala yang agak berat seperti demam.

"Kecuali yang kipi, itupun masih sangat kecil di bawah 0,5 Persen. Jadi tidak perlu khawatir, kalau demam bisa diberikan obat penurun panas biasa. Jadi itu biasa," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sekadau)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved