YP dan YIARI Berikan Sosialisasi Rencana Relokasi Orangutan Kawasan Hutan Lindung Sungai Paduan

Erik Sulidra selaku Manager Program Perlindungan dan Penyelamatan Satwa menuturkan bahwa sosialisasi tersebut berkaitan dengan translokasi.

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK//Dok. Yayasan Palung (YP)
Yayasan Palung (YP) bekerjasama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), memberikan sosialisasi untuk rencana relokasi orangutan di Kawasan Hutan Lindung Sungai Paduan, tepatnya di Hutan Desa Nipah Kuning, beberapa waktu lalu di Gedung Serba guna Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Senin 11 April 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Yayasan Palung (YP) bekerjasama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), memberikan sosialisasi untuk rencana relokasi orangutan di Kawasan Hutan Lindung Sungai Paduan, tepatnya di Hutan Desa Nipah Kuning yang merupakan binaan Yayasan Palung.

Pelaksanaan sosialisasi tersebut beberapa waktu lalu terlaksana di Gedung Serba guna Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Sebelumnya, YP dan YIARI telah berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kayong untuk menentukan lokasi karena KPH sebagai pemilik wilayah.

Polres Kayong Utara Cek Pengamanan Ibadah Rangkaian Hari Paskah di Gereja Filadelfia 

Atas hal tersebut, Erik Sulidra selaku Manager Program Perlindungan dan Penyelamatan Satwa menuturkan bahwa sosialisasi tersebut berkaitan dengan translokasi.

“Sosialisasi sekaligus silaturahmi tersebut, YP dan YIARI mengundang perwakilan para pihak dengan maksud sebelum dilakukannya kegiatan Translokasi/Pemindahan orangutan menuju wilayah  Hutan Lindung (HL) Sungai Paduan, kami akan melakukan solialisasi terkait sosisalisasi mengenai kegiatan translokasi ini,” terangnya, Minggu 17 April 2022.

Menurut Erik, hasil dari sosialisasi ini diharapkan agar masyarakat di sekitaran HL Sungai Paduan dapat mengetahui terkait Konservasi orangutan dan proses kegiatan rescue (penyelamatan) yang dilakukan untuk orangutan.

Diketahui, sosialisasi yang dilakukan ini sangat perlu dilakukan karena pada tanggal 17 Februari 2022 lalu, tim Rescue YIARI bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah 1 Resort Sukadana telah berhasil menyelamatkan satu individu orangutan jantan remaja di Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara yang kemudian diberi nama “Kumbang” sesuai dengan lokasi ditemukannya orangutan.

Ketika diselamatkan, Kumbang terkena jerat babi di bagian lengan kirinya dan dibawa ke PPKO YIARI untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kumbang saat ini telah selesai pada tahap penyembuhan dan siap untuk dilepasliarkan kembali. 

Mengenai tempat pelepasliaran orangutan yang telah diselamatkan ini, tim YIARI telah berkoordinasi dengan pihak Yayasan Palung (YP) dikarenakan YP mempunyai Hutan Desa binaan yang ada di sekitar tempat orangutan diselamatkan. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Kayong Utara]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved